Beranda Grahadi

Air Bengawan Solo yang Berubah Warna Merah Tua, Pemprov Jatim Langsung Lakukan Uji Lab 5 Sampel Air

Saat ini Pemprov Jatim sudah mengantongi hasil cek laboratorium dari lima sampel air sungai di DAS Bengawan Solo.

Air Bengawan Solo yang Berubah Warna Merah Tua, Pemprov Jatim Langsung Lakukan Uji Lab 5 Sampel Air
Humas Pemprov Jatim
Tim Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur mengambil sampel air DAS Bengawan Solo. 

SURYA.co.id | BATU - Indikasi pencemaran air Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang membuat perubahan warna air sungai berwarna merah tua menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sudah mengantongi hasil cek laboratorium dari lima sampel air sungai di DAS Bengawan Solo.

Dari hasil tes tersebut dapat dilihat kondisi air Bengawan Solo, maka Pemprov Jawa Timur siap memberikan sanksi tegas pada yang bertanggung jawab melakukan pencemaran jika memang terbukti ada pencemaran.

Lima titik pengambilan sampel yang dimaksud adalah tiga titik di Bojonegoro, tepatnya di Bandung Gerak, Jembatan Padangan, Ds Kracaan Ngraho. Serta dua sampel diambil dari dua titik di Ngawi yaitu Jembatan Pitu dan Mantingan.

"Sampel air sungai tersebut sudah kita ambil pada tanggal 29 dan 30 November kemarin. Hasilnya baru keluar kemarin tanggal 4 Desember," terang Khofifah, Kamis (5/12/2019).

Hasil uji kualitas air sungai dari Jembatan Padangan Bojonegoro menghasilkan pencemaran logam tertinggi. Namun hasil laboratorium menunjukkan bahwa Total Dissolve Solid (TDS) kekeruhan masih di bawah standar Baku Mutu Air sungai kelas III (TDS = 1000 mg/l ) dan unsur timbal (Pb) Baku Mutu 0.03 mg/l sedikit melebihi.

Sehingga dapat dianalisa bahwa pengaruh warna masih dalam batas toleransi. Karena saat yang sama langsung dibuka pintu air Perum Jasa Tirta (PJT) Madiun untuk penetrasi sehingga kondisi aliran air sungai normal kembali. Untuk menjaga baku mutu air sungai di masa yang akan datang.

Oleh sebab itu Khofifah mengharapkan sinergitas yang lebih kuat antara pihak aparat penegak hukum, kementerian teknis dan Pemprov Jateng dan Jatim bisa terjalin.

Menurutnya perubahan warna air sungai menjadi merah tua kemungkinan disebabkan beberapa faktor.

"Perubahan warna akibat pencemaran sungai tersebut bisa dimungkinkan dari beberapa faktor dan tentunya kita harus lakukan pembuktian lewat pengujian ilmiah. Jika terbukti pencemarnya kami mohon dapat ditindak tegas sesuai peraturan perundang-perundangan yang berlaku," ucap Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved