Breaking News:

Berita Magetan

44 Rumah Rusak Disapu Angin Kencang, BPBD Magetan Langsung Terjun ke Lapangan

Angin kencang yang berhembus menjelang sore di sebagian wilayah Magetan mengakibatkan 44 rumah rusak

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: irwan sy
doni prasetyo/surya
Petugas BPBD Magetan mendatangi rumah-rumah warga di tujuh rukun tetangga (RT) di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Magetan, yang diterjang angin kencang, Kamis (5/12/2019). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Angin kencang yang berhembus menjelang sore di sebagian wilayah Magetan mengakibatkan 44 rumah di tujuh rukun tetangga (RT) Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, rusak ringan dan sedang. Tidak hanya itu, empat pohon berukuran besar juga ambruk.

Angin kencang yang menyapu wilayah lereng Utara Gunung Lawu itu terjadi sebelum hujan turun. Angin yang berhembus sekitar lima menit itu sempat membuat warga di Desa Ngiliran ketakutan.

Atap rumah yang terbuat dari genteng tanah, galvalum, dan seng klontung berterbangan setinggi kurang lebih 20 meter. Warga pemilik rumah berhanburan keluar rumah dan mencari tempat berlindung dari meterial atap yang dihempaskan angin.

"Biasanya angin berhembus bersamaan dengan jatuhnya air hujan. Tapi kali ini, angin kencang ini berhembus sebelum datangnya hujan," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra kepada Surya, Kamis (5/12).

Dikatakan Fery, meski hembusan angin begitu kencang, tidak sampai terjadi rumah roboh disapu angin yang berhembus dari arah Gunung Lawu meluncur ke bawah.

"Kerusakan akibat yang ditimbulkan angin kencang itu tidak sampai membuat rumah warga ada yang ruboh. Kerusakan ketegori ringan sampai sedang,"jelas mantan putra pentolan PDIP Magetan ini.

Hingga hari menjelang malam, dari rumah yang rusak ringan sampai sedang ini dari 44 rumah, kurang lebih 20 rumah sudah berhasil dibenahi kembali, sehingga saat hujan turun, rumah rumah itu sudah bisa ditempati.

"Kurang lebih 50 persen rumah yang terdampak, sudah dikerjakan secara swadaya dan kerja bakti yang dilakukan oleh lingkungan masyarakat sekitar,"jelas Fery Yogo Saputra.

Menurut Fery, tenaga sukarelawan yang bekerja gotong royong memperbaiki rumah milik warga itu, di antaranya perangkat desa, Tim TRC PB BPBD Kabupaten Magetan, dan TNI/Polri.

"Kami juga sempat dag dig dug, soalnya angin yang berhembus lumayan membuat panik warga. Karena saking paniknya, semua warga keluar rumah dan berdiri di depan rumah mencla mencle," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved