Kilas Balik

Teror KKB Papua Berlanjut Meski Digempur 50 Prajurit RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo Pakai Strategi Khusus

Teror KKB Papua Masih Berlanjut Meski Telah Digempur 50 Prajurit RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo Lalu Pakai Strategi Khusus

Teror KKB Papua Berlanjut Meski Digempur 50 Prajurit RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo Pakai Strategi Khusus
Kolase Tribun Jambi dan Kompas
Ilustrasi: Teror KKB Papua Berlanjut Meski Digempur 50 Prajurit RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo Pakai Strategi Khusus 

SURYA.co.id - Aksi teror kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua sudah ada sejak tahun 1967

Saat itu, KKB Papua pimpinan Lodewijk Mandatjan merupakan yang terbesar pada masanya

Pemerintah pun mengirimkan pasukan elite Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD (sekarang Kopassus) untuk meredam aksi KKB Papua

Namun, meski telah digempur habis-habisan oleh prajurit RPKAD, aksi KKB Papua tetap tak padam

Hingga pada akhirnya Sarwo Edhie Wibowo yang baru menjabat sebagai panglima Kodam XVII/Tjendrawasih (1968-1970), menggunakan strategi khusus untuk menghadapi mereka

Awalnya, kurang lebih 50 prajurit RPKAD yang baru mendarat di Papua langsung ditugaskan untuk menggempur KKB Papua

Ilustrasi Kopassus
Ilustrasi Kopassus (Tribun Jambi)

Dilansir dari buku 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Hendro Subroto, 50 prajurit RPKAD pimpinan Sintong Panjaitan itu langsung ditugaskan menyerbu KKB Papua tanpa sempat istirahat.

Saat itu, salah satu pos koramil di Warmare diserbu oleh KKB Papua

Pos koramil itu hanya dipertahankan oleh enam orang anggota TNI, yang kemudian salah satunya gugur saat KKB Papua mengepung

Pasukan RPKAD pimpinan Sintong Panjaitan tiba di Manokwari pada 6 Januari 1967, dan langsung diperintahkan untuk menggempur KKB Papua yang tengah mengepung pos koramil itu

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved