Berita Mojokerto

Siswi SMP Korban Kejahatan Asusila yang Hamil 7 Bulan di Mojokerto Tetap Bisa Sekolah

Status korban yang masih siswi kelas IX SMP ini akan tetap bisa melanjutkan masa depannya.

Siswi SMP Korban Kejahatan Asusila yang Hamil 7 Bulan di Mojokerto Tetap Bisa Sekolah
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi korban kejahatan seksual 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBP2) Kabupaten Mojokerto melakukan pendampingan terhadap RLS (15) siswi SMP kelas IX yang menjadi korban kejahatan asusila hingga hamil 7 bulan.

Kepala Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Drs. Yudha Hadi. S.E.S.B, mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan orang tua untuk melakukan pendampingan terhadap korban.

Pihaknya menjamin korban tetap bisa melanjutkan sekolahnya.

"Kami sudah melakukan upaya pendampingan tapi dilakukan secara senyap karena korbannya adalah anak di bawah umur," ungkapnya kepada SURYA.co.id, Rabu (4/12/2019).

Yuda menjelaskan usia korban masih belia yang hamil 7 bulan akan mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Pasalnya, hamil dibawah usia 19 tahun berdampak pada kondisi medis.

"Korban murung kondisinya kurang sehat," ujarnya.

Ia mengatakan status korban siswi kelas IX SMP ini akan tetap bisa melanjutkan masa depannya.

Pasalnya, sesuai UU ada tiga kriteria, yaitu korban ingkar janji ia punya hak untuk terus melanjutkan sekolah.

Kedua, apabila korban perkosaan atau pemaksaan pasti mendapat kesempatan untuk sekolah.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved