Sosok

Potret Zumrotun Nafisah, Terpanggil Menjadi Guru

Zumrotun Nafisah tadinya tak pernah terpikir sedikit pun untuk jadi seorang guru.

Potret Zumrotun Nafisah, Terpanggil Menjadi Guru
istimewa/dok pribadi
Potret Zumrotun Nafisah 

SURYA.co.id | PASURUAN - Zumrotun Nafisah tadinya tak pernah terpikir sedikit pun untuk jadi seorang guru. Icha, sapaan akrabnya, mengaku sebagai pribadi yang suka tantangan dan sangat ambisius untuk mengeksplorasi hal baru.

Namun, panggilan jiwa membawanya menjadi seorang guru. Kini, Icha menjadi guru di SMA Excellent Al-Yasini Kraton, Pasuruan.

Sebelum menjadi guru, perempuan berjilbab ini mengaku sempat terlibat di dunia politik dan sosial meskipun tidak begitu lama. Tapi akhirnya ia sadar bahwa sedalam apapun mempelajari sistem pemerintahan, pada akhirnya kembali membangun peradaban itu adalah solusi utamanya.

"Membangun kesadaran berfikir dimulai dari akar rumput sehingga pembaharuan bisa dengan mudah dirasakan. Makanya saya ingin jadi guru karena saya ingin membangun kesadaran anak-anak generasi masa depan bangsa," ungkapnya.

Icha menuturkan untuk mengatasi hambatan inklusi, maka diperlukan pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan.

"Menurut hati kecil saya, menjadi seorang guru ini mempunyai tanggung jawab bukan hanya sekedar transformasi knowledge saja, tapi diperlukan kompetensi leadership," paparnya.

Alumnus Universitas Merdeka Pasuruan ini menyebut, tujuannya untuk menginspirasi generasi muda agar bisa berinovasi dan melahirkan lompatan besar.

"Mari bersama sama kolaborasi menjadikan indonesia bangsa yang aman sejahtera," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved