Berita Sidoarjo

Polisi Bentuk Tim Khusus Untuk Memerangi Kejahatan Jalanan

Polisi di Sidoarjo membentuk tim khusus untuk menyelidiki dan menangkap bandit jalanan yang mengincar anak-anak dan meresahkan warga tersebut.

Polisi Bentuk Tim Khusus Untuk Memerangi Kejahatan Jalanan
tribun jatim/kukuh kurniawan
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat berbincang dengan wali murid yang mengantarkan anaknya ke MI Darul Ulum, Tambak Rejo, Sidoarjo Jumat (29/11/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Banyaknya kasus kejahatan jalanan di Sidoarjo sedang menjadi perhatian. Apalagi, beberapa waktu terkahir yang menjadi korban adalah anak di bawah umur.

Awal Desember ini saja, tercatat ada dua peristiwa jambret yang korbannya anak-anak. "Peristiwa ini menjadi atensi kami," ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Untuk mengungkapnya, Polresta Sidoarjo bahkan telah membentuk tim khusus. Mereka bertugas melakukan penyelidikan hingga menangkap bandit jalanan yang mengincar anak-anak dan meresahkan warga tersebut.

"Petugas sedang mendalaminya. Juga dibentuk tim khusus untuk mengungkap peristiwa tersebut," lanjut alumni Akpol 1997 tersebut.

Seperti diketahui, peristiwa jambret dialami oleh Ayun Nurfadillah, pada Minggu lalu (1/12/2019) lalu. Bocah perempuan berusia 7 tahun asal Desa Kedondong RT 12/RW 3 Tulangan itu kalung dan cincinnya dirampas oleh perempuan tak dikenal.

Korban saat itu sedang bermain di kawasan jalan Desa Karangtanjung, Candi sekitar pukul 07.00. Dia didatangi seorang perempuan tak dikenal. Sambil berkilah disuruh ibunya untuk mengukur baju sekolah.

Menurut saksi, pelaku kejahatan itu seorang perempuan berkerudung. Pelaku naik sepeda motor Honda Beat warna oranye. Saat di tengah jalan, Ayun dipaksa untuk melepas kalung dan cincin oleh perempuan tersebut, kemudian pelaku kabur.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 12.15 WIB peristiwa serupa juga dialami Saferia Adelia Putrid dan Lindy Cahyani di kawasan jalan Raya Dusun Besuk, Desa Sambungrejo, Sukodono.

Motor yang dikendarainya ditendang oleh dua pelaku bermotor saat berusaha menggasak handphonenya. Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial karena aksi kejahatan jalanan ini terekam CCTV.

Kapolres berharap, dua peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua. “Agar tidak memberikan fasilitas berlebih kepada anak. Bisa menjadi sasaran kejahatan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kedua aksi tersebut. Disebutnya polisi sedang mendalami kasus itu untuk mengungkap siapa pelakunya.

Pihaknya sudah mengidentifikasi bukti-bukti yang dikumpulkan dilapangan. Mulai dari rekaman CCTV, kesaksian korban, hingga cirri-ciri pelaku. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan.

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi peristiwa serupa agar tak terulang, pihaknya bakal semakin meningkatkan patroli di seluruh wilayah kota Delta.

Begal Sadis di Surabaya Beraksi. Bacok Korban Hingga Jari Tangan Putus

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved