Berita Sidoarjo

Perbaikan Jalan Garuda Sedati Sidoarjo Belum Selesai, Warga Keluhkan Usahanya Sepi Akibat Debu Tebal

Warga keluhkan debu tebal akibat proyek perbaikan Jalan Garuda Desa Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang tak kunjung usai

Perbaikan Jalan Garuda Sedati Sidoarjo Belum Selesai, Warga Keluhkan Usahanya Sepi Akibat Debu Tebal
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Kondisi Jalan Garuda Desa Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, yang berdebu akibat proyek perbaikan jalan tersebut yang belum juga selesai. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Warga keluhkan debu tebal akibat proyek perbaikan Jalan Garuda Desa Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang tak kunjung usai. Seorang warga yang juga memiliki usaha depot di pinggir jalan tersebut, Irawan mengeluhkan akibat debu membuat usahanya sepi dari pembeli.

"Sebelum ada perbaikan ini, mulai jam 07.00 hingga jam 12.00, pembeli yang datang ada sekitar 15 orang lebih. Namun akibat debu perbaikan jalan tersebut, dengan jam yang sama hanya bisa memperoleh 6 pembeli saja," keluh Irawan, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, dirinya juga lebih sering rajin membersihkan meja makan dan etalasae yang ada di depotnya.

"Kalau dibiarkan, debu nya makin tebal. Malah justru pembeli risih dan tidak ada yang datang nantinya," tambahnya.

Sementara itu, seorang warga yang juga pemilik toko kelontong, Mahmudi mengungkapkan bahwa dirinya harus sering menyiram air di depan toko.

"Biar debunya tak terlalu tebal. Kalau diguyur air kan agak berkurang debunya walaupun sementara saja sifatnya," imbuh Mahmudi.

Ia berharap agar perbaikan jalan tersebut dapat segera diselesaikan secepatnya agar warga sekitar tidak terganggu dengan debu tersebut.

"Ya lebih baik segera diaspal atau diapakan begitu. Masa dibiarkan seperti jalur off road begini," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBM SDA) Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, menjelaskan bahwa proyek perbaikan jalan Garuda tersebut akan selesai di akhir Desember.

"Kalau dari kontrak pengerjaan, batas waktunya hingga tanggal 30 Desember. Berarti sebelum batas waktu tersebut, proyeknya harus telah diselesaikan oleh pihak kontraktor. Namun bila mundur hingga batas waktu yang telah ditetapkan maka akan kami denda pihak kontraktor sambil meminta agar menyelesaikan secepatnya," imbuh Sunarti.

Sunarti berharap agar warga sekitar mengerti dan dapat bersabar dengan adanya proyek perbaikan jalan itu.

"Setiap pembangunan pasti ada sisi minus dan plusnya. Namun, kalau pembangunan sudah selesai, pasti hasilnya akan lebih bagus dan bermanfaat," tandasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved