Berita Gresik

Orang Mau Ibadah Kok Malah Ditipu, Pria di Gresik Tilep Duit CJH Hingga Ratusan Juta Rupiah

Kok gak takut kualat ya? para calon jemaah haji di Gresik tertipu iming-iming harga murah dan cepat. Modusnya, dengan menawarkan program ONH Plus

Orang Mau Ibadah Kok Malah Ditipu, Pria di Gresik Tilep Duit CJH Hingga Ratusan Juta Rupiah
SURYA.co.id/Sugiyono
TIPU CJH - Terdakwa Rahardian Wendar Dianto meninggalkan ruang sidang PN Gresik usai dituntut hukuman selama satu tahun penjara akibat menipu calon jamaah haji, Rabu (4/12/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Terdakwa Rahardian Wendar Dianto, warga Gresik dituntut hukuman selama satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Gresik, Rabu (4/12/2019). Tuntutan tersebut akibat terdakwa diduga menipu calon jamaah haji (CJH) senilai ratusan juta rupiah.

Jaksa Aditya Budi S mengatakan, bahwa terdakwa Rahardian diduga secara sah terbukti melanggar Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Terdakwa menipu para calon jamaah haji dengan iming-iming harga murah dan cepat. Modusnya, dengan menawarkan program Ongkos Naik Haji (ONH) Plus untuk pejabat melalui Koperasi Petrokimia Gresik tahun 2025.

Dengan berbagai tipu muslihatnya, terdakwa Rahardian mengatakan bahwa ada jatah haji plus untuk pejabat yang dapat digantikan orang lain. Alasannya, pejabat tersebut sudah pernah berangkat haji dan berhalangan.

Kemudian, dari keterangan para saksi, bahwa korban sudah ada yang menyetor uang ONH plus secara diangsur. Ada yang mengangsur Rp 8 juta, Rp 12 Juta, Rp 15 Juta dan ada yang Rp 20 Juta. Total mencapai Rp 187 Juta lebih.

Dari banyaknya korban penipuan tersebut, terdakwa belum punya itikad baik untuk mengembalikan uang para korban.

Sedangkan hal yang meringankan yaitu, terdakwa berterus terang dalam persidangan, mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dari bukti persidangan, bahwa terdakwa Rahardian Wendar Dianto terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan, sesuai Pasal 378 KUHP.

"Menuntut terdakwa dijatuhkan hukuman penjara selama satu tahun, dikurangi masa tahanan," kata Aditya.

Mendapat tuntutan hukuman tersebut, terdakwa Rahardian hanya diam dan mendengarkan arahan majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik yang diketuai Eddy.

"Kalau bisa uangnya segera dikembalikan. Kasihan mereka yang ingin naik haji tapi tidak jadi," kata Eddy.

Perbuatan dugaan penipuan tersebut dilakukan terdakwa Rahardian sejak Januari 2019 hingga Juni 2019.

Perbuatan itu terungkap ketika para calon jamaah haji dibawa ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk periksa kesehatan.

Namun, karena tidak ada program ONH plus, sehingga pihak keamanan melaporkan ke jajaran Polres Gresik.

Sidang akhirnya ditunda pekan depan dengan agenda pembelaan.

Penulis: Sugiyono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved