Berita Tuban

Mantan Wakil Ketua Umum Klenteng Tuban Jalani Sidang Perdana Kasus Pemalsuan Dokumen

Sidang dalam agenda dakwaan terhadap Liu digelar tanpa pendampingan penasihat hukum. Pembacaan dakwaan pun ditunda.

Mantan Wakil Ketua Umum Klenteng Tuban Jalani Sidang Perdana Kasus Pemalsuan Dokumen
surya.co.id/m sudarsono
Mantan Wakil Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Liu Pramono (berdiri, red) menjalani sidang perdana atas dugaan pemalsuan dokumen, di Pengadilan Negeri Tuban, Rabu (4/12/2019) 

SURYA.co.id | TUBAN - Sidang perdana mantan Wakil Ketua Umum Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Liu Pramono, digelar di pengadilan negeri setempat, Rabu (4/12/2019).

Sidang dalam agenda dakwaan terhadap Liu digelar tanpa pendampingan penasihat hukum. Pembacaan dakwaan pun ditunda.

Hakim pengadilan memberi kesempatan bagi terdakwa untuk menghadirkan penasihat hukum.

Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma mengatakan, sidang perdana dakwaan terhadap pelaku tetap jalan.

Namun untuk pembacaan dakwaan ditunda, karena hakim memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk menggunakan penasihat hukum.

"Sidang dakwaan tetap jalan, hanya saja pembacaan dakwaan yang ditunda," ujar Donovan kepada wartawan di pengadilan.

Donovan menjelaskan, meski pembacaan dakwaan ditunda, namun sidang lanjutan akan dilangsungkan pekan depan.

Dalam sidang mendatang, dakwaan akan tetap dibacakan, meski terdakwa didampingi penasihat hukum atau tidak.

Sebab, pengadilan sudah memberikan kesempatan bagi terdakwa untuk menghadirkan penasihat hukum pada sidang perdana.

"Sidang depan dakwaan tetap dibacakan, meski didampingi penasihat hukum atau tidak," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Liu dilaporkan oleh Bambang Djoko Santoso, selaku koordinator kebaktian Kong Hucu Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban.

Liu dilaporkan karena menandatangi surat yang seharusnya menjadi hak Bambang.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh penyidik, mantan wakil ketua umum Kelenteng itu terbukti melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan surat palsu.

"Sudah kita tetapkan tersangka (12/10/2019), ancaman pidana enam tahun," kata Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, Selasa (15/10/2019).

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved