Berita Mojokerto

Gembong Narkoba yang Ditembak Mati Polisi Mojokerto Itu Bawa Barang Bukti Segini

Pelaku dikenal licin karena dua kali kabur saat hendak ditangkap. Mengetahui kehadiran polisi sontak pelaku melompat berupaya kabur

Gembong Narkoba yang Ditembak Mati Polisi Mojokerto Itu Bawa Barang Bukti Segini
Foto Polres Mojokerto
Pelaku Joko Adi Sutrisno (33) pengedar narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek (kiri) dan ilustrasi sabu-sabu (kanan). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Mojokerto menembak mati pelaku Joko Adi Sutrisno (33) pengedar narkoba di Dusun Sekantong, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku Joko merupakan pemasok sabu-sabu pada sindikat pengedar narkoba jaringan narkoba lintas wilayah.

Polisi menyita keseluruhan barang bukti berupa poket sabu seberat 308 gram, 0,32 gram dan 1.78 Gram.

Wakapolres Mojokerto, Kompol Toni Sarjaka menjelaskan penangkapan pelaku merupakan pengembangan dari kasus pengedar narkoba tersangka Jun Sunaryo Budi Santoso (46) warga Gempol, Kabupaten Pasuruan.

"Dari pengakuan tersangka memperoleh sabu-sabu dari pelaku Joko," ujarnya saat press release di Polres Mojokerto, Rabu (4/12/2019).

Toni mengatakan anggota Resnarkoba Polres Mojokerto memperoleh informasi pelaku berada di rumah istrinya.

Pelaku dikenal licin karena dua kali kabur saat hendak ditangkap.

Mengetahui kehadiran polisi sontak pelaku melompat berupaya kabur melalui jendela kamarnya.

Pihaknya sudah memperingatkan tetapi pelaku justru kabur bahkan sempat melakukan perlawanan terhadap anggota yang saat itu akan menangkapnya.

"Pelaku ini berusaha kabur dan melawan petugas sehingga pada saat itu kita lakukan tindakan tegas terukur," ungkapnya.

Masih kata Toni, setelah dilakukan tindakan tegas Kepolisian pihaknya mengevakuasi pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek.

Sesampainya di rumah sakit dilakukan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter kemudian dinyatakan bahwa pelaku meninggal dunia.

"Luka tembak di bagian punggung sebelah kiri," jelasnya.

Ditambahkannya, hasil penyidikan pelaku merupakan sindikat narkoba. Pelaku menjadi DPO gembong narkoba yang sudah lama diburu.

"Pelaku sudah lama menjadi target DPO target beberapa bulan melakukan penyidikan sebagai pengedar narkoba," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved