Berita Tuban

563 Bidang Lahan Sekitar Kilang Minyak Tuban Selesai Diukur, BPN Sebut Siap Dinilai Appraisal

Warga sekitar kilang minyak grass root refinery (GRR) yang berada di Desa Kaliuntu, Sumurgeneng, Wadung, Kecamatan Jenu, dikumpulkan di Polres Tuban

563 Bidang Lahan Sekitar Kilang Minyak Tuban Selesai Diukur, BPN Sebut Siap Dinilai Appraisal
surya/m sudarsono
Perwakilan Pemprov Jatim saat menyosialisasikan perencanaan pengalihan lahan kilang minyak Pertamina-Rosneft beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | TUBAN - Warga sekitar kilang minyak grass root refinery (GRR) yang berada di Desa Kaliuntu, Sumurgeneng, Wadung, Kecamatan Jenu, dikumpulkan di Polres Tuban, Rabu (4/12/2019). Kedatangan para warga adalah untuk mendapat sosialisasi tentang progres lahan warga yang akan digunakan untuk pembangunan kilang.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, mengatakan berdasarkan data dari badan pertanahan nasional (BPN) sudah ada 563 bidang lahan yang sudah diukur. Nanang menyebut data tersebut sudah siap dinilai oleh Tim Appresial.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang belum diukur lahannya agar segera dilakukan pengukuran. Nanang juga meminta warga agar tidak takut adanya provokasi dari sekelompok warga, yang saat ini masih melakukan penolakan rencana pembangunan kilang minyak yang melibatkan Pertamina dan Rosneft asal Rusia itu.

"Kami akan selalu mengawal masyarakat pemilik lahan. Apabila ada provokasi, kami akan melakukan tindakan sesuai undang-undang yang berlaku," ujarnya kepada wartawan.

Kepala BPN Tuban, Ganang Anindito, menyatakan pihaknya akan segera menyerahkan kelengkapan Administrasi pengukuran ke pihak appraisal.

Rencananya, appraisal yang ditunjuk diagendakan turun ke lapangan pertengahan bulan ini.

"Data administrasi lahan yang sudah diukur akan diserahkan ke appraisal, segera," papar Ganang.

Sementara itu, PT Pertamina yang diwakili Ahmad Barnas menambahkan, proses pengadaan lahan saat ini sudah mau memasuki masa penilaian.

Pertamina akan mematuhi apapun hasil harga dari appraisal.

Warga Wadung juga sudah melaksanakan studi banding, sehingga mengetahui gambaran dalam pembebasan tanah yang ada di kilang Cilacap.

Bahkan tidak lama lagi, warga Sumurgeneng juga akan studi banding ke Cilacap.

"Sebagian sudah studi banding ke cilacap, dan akan ada lanjutannya bagi yang belum studi banding," tandas Barnas.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved