Berita Blitar

Razia 8 Anak Jalanan di Kota Blitar, Ada yang Dihukum Push Up Karena Tidak Hafal Pancasila

Delapan anak jalanan yang berdandan ala punk itu dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Razia 8 Anak Jalanan di Kota Blitar, Ada yang Dihukum Push Up Karena Tidak Hafal Pancasila
surya.co.id/samsul hadi
Sejumlah anak jalanan yang terjaring razia disuruh berbaris di halaman kantor Satpol PP Kota Blitar, Selasa (3/12/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Satpol PP Kota Blitar mengamankan delapan anak jalanan yang sedang mengamen di perempatan lampu merah Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Selasa (3/12/2019).

Para anak jalanan yang berdandan ala punk itu dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Mereka disuruh berbaris di halaman kantor Satpol PP Kota Blitar.

Petugas menyuruh para anak jalanan membaca Pancasila satu per satu.

Beberapa anak jalanan yang tidak hafal Pancasila, memilih untuk melakukan push up.

Sejumlah anak jalanan yang terjaring razia disuruh baris di halaman kantor Satpol PP Kota Blitar, Selasa (3/12/2019). Dan yang tidak hafal Pancasila dihukum push up.
Sejumlah anak jalanan yang terjaring razia disuruh baris di halaman kantor Satpol PP Kota Blitar, Selasa (3/12/2019). Dan yang tidak hafal Pancasila dihukum push up. (surya.co.id/samsul hadi)

Setelah itu, petugas menyuruh para anak jalanan mandi.

"Kami mendapat laporan dari masyarakat ada sekelompok anak jalanan sedang mengamen di lampu merah. Aktivitas mereka meresahkan masyarakat," kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Blitar, Agus Suherli.

Begitu mendapat laporan, petugas segera meluncur ke lokasi.

Petugas mendapati para anak jalanan sedang mengamen di lokasi.

Petugas langsung menggiring para anak jalanan ke kantor Satpol PP.

"Beberapa anak jalanan itu sudah pernah terjaring razia sebelumnya. Untuk efek jera, mereka kami suruh di kantor dulu untuk pembinaan," ujarnya.

Dikatakannya, aktivitas anak jalanan yang mengamen di perempatan lampu merah sering kali meresahkan masyarakat.

Terkadang, mereka meminta uang ke pengendara dengan cara memaksa.

Kalau tidak diberi uang, terkadang anak jalanan itu menggores kendaraan milik pengendara.

"Kami beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat soal aktivitas anak jalanan yang meresahkan pengendara," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved