Polisi Bongkar Sindikat Pembobol Kartu Kredit yang Beroperasi di Surabaya Memanfaatkan Akun Game

Belakangan diketahui, sindikat ini dalam sebulan bisa meraup keuntungan sekitar 40 Ribu USD atau sekitar Rp 564.564.000

Polisi Bongkar Sindikat Pembobol Kartu Kredit yang Beroperasi di Surabaya Memanfaatkan Akun Game
ist
ilustrasi kartu debit dan kartu kredit 

SURYA.co.id | SURABAYA - Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggrebek praktik penipuan menggunakan kartu kredit.

Polisi berhasil mengamankan 18 orang dan puluhan perangkat keras alat elektronik yang meliputi 23 perangkat PC, 29 monitor, 20 ponsel, dan puluhan kartu rekening bank.

Mereka diamankan dari sebuah ruko di kawasan Balongsari, Tandes, Surabaya.

Menurut Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mereka diduga melakukan praktik penipuan berbasis siber dengan modus pemanfaatan kartu kredit.

"Sementara karena belum 1x24 jam kami masih melakukan pendalaman terhadap mereka," katanya di Mapolda Jatim, Selasa (3/12/2019).

 Gidion menuturkan, mereka sudah menjalankan praktik tersebut kurun waktu tiga tahun.

Belakangan diketahui, sindikat ini dalam sebulan bisa meraup keuntungan sekitar 40 Ribu USD atau sekitar Rp 564.564.000 

 "Omset kurang lebih 1 bulan, 40.000 USD," jelasnya.

Android

Berdasarkan informasi yang dihimpun, modusnya, mereka menggunakan akun game android dengan modal pembelian senilai 12 dolar AS.

Melalui akun game android tersebut mereka kemudian merekayasa pembelian akun selanjutnya dengan cara membobol kartu kredit milik orang lain.

Praktik spamming yang dijalankan komplotan itu ternyata dikomandoi oleh seorang pria berinisial H.

Bersama belasan rekannya, H menjalankan praktik tersebut di dalam sebuah ruangan di lantai tiga gedung tiga lantai ruko di kawasan tersebut.

Skema bangunan ruko tersebut meliputi, lantai satu digunakan sebagai tempat usaha jual beli sembako, lantai dua digunakan sebagai tempat tinggal, dan lantai tiga digunakan sebagai tempat penyimpanan belasan perangkat komputer untuk menjalankan praktik spamming tersebut.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved