Jumat, 17 April 2026

Berita Surabaya

Penjelasan Pakar Psikologi terkait Penyebab Anak Terjerumus Narkoba

Anak-anak butuh pendampingan yang menjelaskan secara terus -menerus untuk memberikan arahan.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya.co.id/sulvi sofiana
Dosen psikolog Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Karolin Rista M Psi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Beragam penyebab orang-orang terjebak narkotika.

Jika seseorang sudah dewasa, berada pada pertahanan diri, pengenalan diri, dan masalah dirinya.

Sepenuhnya keputusan pribadi, jadi jika pertahanan pribadinya kuat maka dia bisa menolak secara kuat dan tahu yang baik dan buruk.

Sedang pada level anak-anak, penyebabnya murni mengenai pembimbingan lingkungan sekitarnya.

Karena anak-anak belum bisa membedakan dengan pasti mana baik dan buruk sekalipun sudah dijelaskan berkali-kali.

Anak-anak butuh pendampingan yang menjelaskan secara terus -menerus untuk memberikan arahan.

Jadi anak-anak bisa terlibat narkotika jika lingkungannya tidak benar-benar melindungi mereka, atau bahkan overprotektif sehingga anak tidak nyaman dengab lingkungannya.

Ketika anak tidak nyaman dengan lingkungan terdekatnya. Anak-anak jadi mudah untuk menerima hal-hal yang bukan dari lingkungan terdekat.

Ketika orang tua memberikan rasa aman, nyaman dan kasih sayang maka anak akan merasa cukup. Tetapi saat hal itu tidak ada, anak yang belum bisa mencari solusi sendiri maka bisa mengambil pilihan paling mudah memakai narkotika ketika ada yang menawarkan.

Kalau berbicara edukasi narkotika, memang banyak yang memberikannya pada anak-anak di kota besar.

Tetapi teknik orang untuk mengajak ke dunia narkotika juga beragam, seperti pil yang snagat beragam jenisnya. Jadi bisa jadi anak akan menerima hal tersebut meskipun tidak tahu sebenarnya yang diterima adalah narkotika.

Jadi kembali lagi ke support system yaitu keluarga dan perkembangan narkotika.

Jika anak-anak dalam perkembangannya, anak SD sedang dalam tahap mulai mengeksplore sekitarnya. Mereka mau menjalin hubungan pertemanan dan sosialisasi.

Sehingga anak SD akan semakin rentan jika support systemnya tidak mendukung akan semakin rentan. Karena sesuatu yang lebih menyenangkan lebih penting bagi mereka dibandingkan yang baik.

Pada remaja, mereka sedang dalam tahap pencarian jati diri. Tahap ini maka akan identik dengan geng atau grup main.

Kalau satu geng berada dalam anak baik, maka di dalam grup akan membahas nilai yang baik.

Jika dalam satu geng juga tidak terdapat support system yang baik, secara jati diri tidak ada yang menolong menemukan, maka mereka akan mudah terhasut ke hal negatif.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved