Berita Sidoarjo

Kisah Penyandang Disabilitas di Sidoarjo, Berkarya dengan Bengkel Motornya Meski Sempat Diremehkan

Di balik kekurangan fisik di bagian tangan serta kakinya, pria berusia 40 tahun tersebut mampu memperbaiki sepeda motor seorang diri.

Kisah Penyandang Disabilitas di Sidoarjo, Berkarya dengan Bengkel Motornya Meski Sempat Diremehkan
tribun jatim/kukuh kurniawan
Budi Santoso saat sedang memperbaiki motor di bengkelnya. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Jangan jadikan hinaan sebagai beban, namun jadikan hinaan itu sebagai penyemangat untuk terus berkarya.

Pedoman hidup itulah yang selalu dipegang Budi Santoso, seorang mekanik sepeda motor yang juga penyandang disabilitas tuna daksa.

Di balik kekurangan fisik di bagian tangan serta kakinya, pria berusia 40 tahun tersebut mampu memperbaiki sepeda motor seorang diri.

Ia pun juga secara telaten memperbaiki sepeda motor milik pelanggannya yang datang ke bengkelnya di Jalan Sasila, Komplek TNI AL, Desa Pulungan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Budi Santoso mengatakan kalau dirinya sudah handal membongkar dan memperbaiki mesin sepeda motor sejak tahun 2009.

"Dulunya saya belajar memperbaiki mesin secara otodidak. Terus ada tawaran dari seorang teman, mengajak saya untuk kerja di bengkelnya," ujarnya, Selasa (3/12/2019).

Dari selama bekerja di bengkel temannya tersebut, ia manfaatkan untuk makin mendalami berbagai cara memperbaiki mesin sepeda motor.

"Setelah saya merasa cukup punya pengalaman akhirnya saya beranikan diri untuk membuka bengkel sendiri," tambahnya.

Ia mengakui, mulanya banyak yang menganggap remeh ketika membuka usaha bengkel sendiri.

Namun segala omongan dan cemoohan ia jawab dengan selalu bekerja tekun dan melayani sebaik mungkin orang yang datang untuk memperbaiki sepeda motor di bengkelnya.

"Dan Alhamdulillah sejak 2014 hingga sekarang bengkel selalu ramai terus. Meskipun harus sabar menunggu kalau bengkel sedang ramai karena saya sendiri yang langsung menangani perbaikan motor," jelasnya.

Sementara itu, seorang pelanggan setia dari bengkel Budi, Dodik mengaku senang memeriksakan kondisi motornya di bengkel tersebut.

"Mas Budi ini telaten dan kalau memperbaiki mesin itu hasilnya bagus. Selain itu harga perbaikan motor di bengkelnya itu cukup terjangkau sehingga saya rutin memeriksakan kondisi motor tiap dua bulan sekali," tandasnya. (Kukuh Kurniawan)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved