Berita Surabaya

Jumlah Penderita HIV/AIDS Jatim Terus Menurun, Kadinkes: ODHA Jangan Malas Minum ARV

Dinkes Jatim terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan terkait bahayanya virus HIV.

Jumlah Penderita HIV/AIDS Jatim Terus Menurun, Kadinkes: ODHA Jangan Malas Minum ARV
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso saat diwawancara di Jatim Expo, Sabtu (30/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengklaim jumlah penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) / Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Jawa Timur tahun 2019 ini turun dibandingkan dengan tahun 2018.

Jika pada tahun 2018 jumlah penderita HIV mencapai 8000 lebih, saat ini penderita hanya sekitar 7000-an.

“Ini belum akhir tahun, artinya masih ada potensi turun lagi,” ujar Kohar Senin (2/12/2019) kemarin.

ia juga mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan terkait bahayanya virus HIV.

Seperti cara dan media penularan yang bisa dihindari oleh masyarakat.

“Dinkes juga menyisir penderita HIV di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Jatim,” imbuh Kohar.

Penurunan jumlah penderita HIV tersebut, tambahnya, lantaran penderita HIV atau ODHA sudah minum obat anti retroviral (ARV) untuk menekan virus agar tidak sampai menjadi AIDS.

“Kami berharap agar ODHA rutin mengonsumsi untuk ARV. Saat ini memang harus diakui, banyak ODHA yang enggan rutin mengonsumsi ARV,” ungkap Kohar.

Mantan Direktur RS dr Soedono Madiun ini mengatakan, ODHA bisa mendapatkan ARV dengan mengambil di puskesmas.

“Tiap puskesmas sudah kita sediakan, bahkan petugasnya sudah kita bekali dengan bagaimana cara menangani penyakit ini,” pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved