EFEK Viral Bangkai Sapi Dijual, Dinas Peternakan Tulungagung Turun Tangan dan Warga Keliling Kampung

EFEK viral bangkai sapi dijual dengan harga murah, Dinas Peternakan Tulungagung turun tangan ke Desa Nyawangan dan warga ronda giliran.

EFEK Viral Bangkai Sapi Dijual, Dinas Peternakan Tulungagung Turun Tangan dan Warga Keliling Kampung
SURYA.co.id/DAVID YOHANES
Kepala Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Sabar memantau kandang sapi milik warganya, Selasa (3/12/2019). 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG -  Efek viral dari banyaknya sapi di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang mati diduga diracun lalu bangkai sapi dijual murah membuat Dinas Peternakan Tulungagung turun tangan.

Tak hanya itu, dugaan kematian sapi-sapi milik warga diracun itu membuat pemiliknya melakukan ronda secara bergiliran.

Beberapa hari ini, warga Desa Nyawangan dilanda kekhawatiran, karena ada sekurangnya delapan sapi yang mati mendadak.

Sapi jenis perah dan pedaging ini diduga mati karena sengaja diracun pihak tertentu.

Setiap malam warga berjaga dan keliling kampung dengan aneka senjata.

Menurut Kelapa Desa Nyawangan, Sabar, ada sekitar 2000 kepala keluarga di desanya.

Viral Di Tulungagung Marak Bangkai Sapi Dijual Rp 3 Juta lalu Dagingnya Dijual Harga Normal

Dari jumlah keluarga itu, jika dirata-rata setiap keluarga punya tiga ekor sapi.

Kepala Desa Nyawangan, meninjau sapi milik warganya, Selasa (3/12/2019).
Kepala Desa Nyawangan, meninjau sapi milik warganya, Selasa (3/12/2019). (SURYA.co.id/David Yohanes)

“Kalau totalnya ada sekitar 6000-7000 ekor sapi di desa kami. Sepuluh persen sapi pedaging, sisanya sapi perah,” tutur Sabar, selasa (3/11/2019).

Karena itu keberadaan sapi-sapi yang mati mendadak itu membuat warga ketakutan.

Apalagi mereka meyakini, sapi itu diracun dan pelakunya masih berkeliaran.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved