Berita Surabaya

Cara Kenali Spamming Kartu Kredit melalui Email, di Surabaya Komplotan Ini Raup Rp 564 Juta/Bulan

Jajaran Polda Jatim baru saja menangkap 18 orang masuk komplotan spamming kartu kredit melalui email. Bagaimana mengenali spamming kartu kredit?

SURYA.co.id | SURABAYA - Jajaran Polda Jatim baru saja menangkap 18 orang masuk komplotan spamming kartu kredit melalui email.

Dari keterangan pihak Polda Jatim, aktivitas komplotan spamming yang digerebek di Tandes Kota Surabaya ini, Selasa (3/12/2019)., mereka bisa meraup uang Rp 564 juta dalam sebulan.

Lantas, bagaimana cara mengenali spamming kartu kredit melalui email?

Dikutip dari Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), jika Anda menerima sebuah pesan di email yang meminta Anda mengklik tautan tertentu dan memasukkan data-data sangat pribadi Anda, lebih baik abaikan saja.

Kanit I Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward mengatakan, bisa jadi pesan tersebut merupakan spamming, salah satu modus pembobolan kartu kredit.

"Jadi, para pembobol akan membeli data email dari berbagai belahan dunia dan mengirim pesan spam (sampah)," kata Malvino di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/12/2018).

BREAKING NEWS - Komplotan Spamming Kartu Kredit Omzet Rp 564 Juta Per Bulan di Surabaya Digerebek

Ia mengatakan, biasanya pesan ini berisi tautan tertentu yang memerintahkan pemilik akun mengeklik tautan tertentu.

Setelah itu pemilik email diminta untuk memasukkan data tertentu, misalnya data kartu kredit.

"Misalkan mengatasnamakan perusahaan tertentu, dia memberi tahu kalau kita dapat hadiah.

Lalu kita diminta memasukkan data sangat pribadi seperti angka yang ada di balik kartu kredit," ujar dia.

Menurut dia, jika pemilik email mengikuti tahapan tersebut, sistem mirroring akan bekerja.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved