Berita Nganjuk

Belum Sebulan Beton Cor Pelebaran Jalan Retak, DPRD Nganjuk Sidak Proyek Diduga Asal-asalan

Diduga ada pelanggaran dalam pengerjaan proyek pelebaran jalan raya Cumpleng di Kecamatan Ngluyu, Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk gelar sidak.

Belum Sebulan Beton Cor Pelebaran Jalan Retak, DPRD Nganjuk Sidak Proyek Diduga Asal-asalan
surya.co.id/ahmd amru muiz
Sejumlah Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk melakukan sidak proyek pelebaran jalan raya Cumpleng di Kecamatan Ngluyu yang diduga dikerjakan asal-asalan. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Diduga ada pelanggaran dalam pengerjaan proyek pelebaran jalan raya Cumpleng di Kecamatan Ngluyu, Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk gelar inspeksi mendadak (sidak).

Hasilnya, banyak dijumpai pengerjaan proyek pelebaran jalan yang kualitasnya jelek karena belum ada satu bulan selesai dikerjakan saat ini sudah mulai retak disana-sini.

Disamping itu, cor beton pelebaran jalan tidak rata atau naik turun serta terputus-putus.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk, Maryanto mengatakan, selain pengerjaan pelebaran jalan yang dinilai kurang baik, juga adanya double anggaran untuk satu kegiatan pekerjaan proyek pembangunan.

Yakni untuk penimbunan tanah di sisi jalan dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp 191 juta, dan anggaran proyek untuk cor beton pelebaran jalan mencapai sekitar Rp 748,6 juta.

"Ini yang kami nilai ada kejanggalan. Baik dalam pengerjaan proyek pelebaran jalan Cumpleng dan terjadi double anggaran. Karena seharusnya pengerjaan penimbunan tanan di sisi jalan dan cor beton pelebaran jalan itu dijadikan satu. Tidak sendiri-sendiri seperti itu," kata Maryanto, Selasa (3/12/2019).

Dijelaskan Maryanto, Komisi III melihat dalam pengerjaan proyek pelebaran jalan raya Cumpleng di Kecamatan Ngluyu dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah tersebut seolah tidak ada pengawasan dari konsultan.

Hal itu tidak akan terjadi apabila konsultan pengawas betul-betul menjalankan tugasnya dengan baik.

"Dimungkinkan konsultan pengawas proyek yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya sehingga pelaksana proyek seenaknya dalam bekerja menyelesaikan pekerjaanya," kata Maryanto.

"Apalagi lokasinya berada di kawasan perbukitan sehingga luput dari pantauan masyarakat," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved