8 Sapi Mati Misterius di Desa Nyawangan, Diduga Diracun dan Polisi Kesulitan Cari Bangkainya

Pihak Polres Tulungagung telah menerima laporan 8 sapi mati misterius di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang.

8 Sapi Mati Misterius di Desa Nyawangan, Diduga Diracun dan Polisi Kesulitan Cari Bangkainya
ISTIMEWA
Seekor sapi yang mati tengah digotong warga. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Pihak Polres Tulungagung telah menerima laporan 8 sapi mati misterius di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang.

Namun, hingga saat ini, aparat korps seragam cokleat-cokelat itu kesulitan mendapatkan bangkai sapi untuk dilakukan penyelidikan.

Sapi- sapi mati misterius selama dua bulan itu membuat warga desa setempat resah. Sejak memergoki kematian sapi-sapinya, warga melakukan ronda dan keliling kampung.

Mereka juga telah melaporkan kepada Dinas Peternakan Tulungagung untuk ikut menyelidiki penyebab kematian sapi-sapi itu. 

Viral Di Tulungagung Marak Bangkai Sapi Dijual Rp 3 Juta lalu Dagingnya Dijual Harga Normal

Bangkai Sapi Dijual Murah Sebelumnya Sengaja Diracun, Kepala Desa Nyawangan Ungkap Modus Sebenarnya

EFEK Viral Bangkai Sapi Dijual, Dinas Peternakan Tulungagung Turun Tangan dan Warga Keliling Kampung

Kepala Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Sabar memantau kandang sapi milik warganya, Selasa (3/12/2019).
Kepala Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Sabar memantau kandang sapi milik warganya, Selasa (3/12/2019). (SURYA.co.id/DAVID YOHANES)

Para pemilik sapi meyakni, hewan ternaknya itu diyakini mati karena diracun pihak tertentu.

Warga juga meyakini pelakunya masih berkeliaran dan masih akan mencari mangsa.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi mengaku sudah menerima laporan kematian misterius sapi-sapi itu.

Bahkan tim dari Polsek Sendag juga sudah turun ke lapangan melakukan penyelidikan.

Namun proses penyelidikan ini terkendala, karena bangkai sapi-sapi itu tidak ditemukan.

Padahal bangkai sapi itu diperlukan, untuk memastikan penyebab kematiannya.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved