Berita Gresik

3 Opsi Dinkes Gresik soal Minimnya Dokter Spesialis di RS Umar Mas'ud Bawean yang Dikeluhkan Dewan

Kalangan dewan menilai keberadaan rumah sakit (RS) Umar Mas’ud di Kecamatan Sangkapura, fungsinya lebih mirip dengan Puskesmas.

3 Opsi Dinkes Gresik soal Minimnya Dokter Spesialis di RS Umar Mas'ud Bawean yang Dikeluhkan Dewan
Foto: istimewa
Yusfraida terpaksa melahirkan di atas kapal, karena tidak ada dokter spesialis anastesi di RS Umar Mas'ud, Bawean, Senin (2/12/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Kalangan dewan menilai keberadaan Rumah Sakit (RS) Umar Mas’ud di Kecamatan Sangkapura, fungsinya lebih mirip dengan Puskesmas.

Sebab, rumah sakit tersebut minim dengan dokter spesialis.

Seperti tak ada dokter spesialis yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Salah satunya, dokter spesialis anastesi yang ditugaskan di sana.

Anggota DPRD Gresik, Bustami Hazim menilai keberadaan RS Umar Mas'ud di Pulau Bawean percuma.

Masyarakat tidak bisa mendapatkan pelayanan dan harus ke Pulau Jawa kalau hendak operasi.

“Sudah banyak, warga Bawean yang melahirkan di atas kapal karena tidak ada dokter spesialis di RS Umar Masud. Kalau kondisinya seperti ini terus, sama artinya ada rumah sakit, tetapi tak ubahnya seperti puskesmas,” ujarnya, Selasa (3/12/2019).

Politisi asal Pulau Bawean ini mendesak Pemkab Gresik untuk bertindak lebih cepat.

Sebab, pelayahan kesehatan penting bagi masyarakat, terutam yang berada di kepulauan seperti Pulau Bawean.

Baru-baru ini pasangan suami istri (pasutri) Sofyan (40) dan Yusfraida (35) warga Desa Gunung Teguh, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, terpaksa berlayar ke Pulau Jawa jelang persalinan anak keduanya.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved