Warga Menyerah di Harga 3,9 Juta/Meter, Pembangunan Exit Tol Pandaan-Malang Seksi 5 Dikebut

nilai ganti rugi atas tanah yang diterima warga adalah Rp 3,9 juta per meter. Harga itu, sama dengan tawaran tim appraisal sebelum Handi maju kasasi.

Warga Menyerah di Harga 3,9 Juta/Meter, Pembangunan Exit Tol Pandaan-Malang Seksi 5 Dikebut
surya.co.id/benni indo
Jalan Raya Madyopuro selama pemasangan balok jembatan jalan tol Pandaan-Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Alotnya pembebasan lahan untuk exit tol Pandaan-Malang di Madyopuro, Kota Malang berakhir. 34 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya menolak harga konsinyasi menyerah dan tak melanjutkan upaya kasasi di Mahkamah Agung.

“Saya dan warga sudah menerima kesepakatan dari tim appraisal. Jadi artinya sudah selesai. Kasasi sudah tidak lanjut,” ujar Koordinator warga Madyopuro, Handi, Senin (2/12/2019).

Ia menambahkan, nilai ganti rugi atas tanah yang diterima warga adalah Rp 3,9 juta per meter. Harga itu, sama dengan tawaran tim appraisal sebelum Handi melakukan kasasi.

Meski tak sesuai harapan, Handi memilih menerima dan menyerah. Barang yang ada di dalam rumahnya, juga telah selesai dia bongkar.

“Ya sudah mau bagaimana. Diterima saja,” katanya.

Saat ini kata Handi, masih ada tiga KK yang menolak konsinyasi untuk pembangunan tol. Tiga KK itu kata dia, diberi batas waktu hingga 10 Desember untuk segera menyerahkan rumahnya.

“Tiga KK ini nggak ikut gelombang yang kasasi. Mereka ikut yang di PN Malang dulu. Nah di PN Malang kan sudah selesai, sudah inkrah. Artinya ya bisa dibongkar,” ucap dia.

Sementara itu PT Jasa Marga Pandaan-Malang sedang mengebut pembangunan seksi 5 yang menghubungkan Pakis dengan Kota Malang. Hingga kini, progress pembangunan mencapai 80 persen.

“Proses rigid dari Pakis sampai intercange Malang itu sudah selesai. Kami sedang mengerjakan erection grider di Jembatan Sungai Amprong 2 dan rigid dari interchange Malang sampai Madyopuro,” ujar Direktur Teknik JPM, Siswantono.

Agar pembangunan exit tol bisa dipercepat, PT JPM meminta PLN dan Telkom segera merelokasi beberapa utilitas yang masih tercecer. Saat ini, memang masih banyak kabel PLN bekas sambungan warga di Madyopuro yang masih tercecer.

“PLN kan harus gerak cepat juga karena masih ada kabel-kabel di area situ. Kalau mereka tidak segera relokasi ya kami kesulitan juga,” tutupnya.

Tags
Madyopuro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved