Berita Mojokerto

Siswa Protes Tabungan Wajib Jadi Sarat Dapat Kartu Ujian, Ini Komen Pihak SMKN 1 Trowulan Mojokerto

Pihak SMKN 1 Trowulan Mojokerto akhirnya buka suara menanggapi tuntutan siswa yang memprotes kebijakan kepala sekolah mengenai tabungan wajib siswa

Siswa Protes Tabungan Wajib Jadi Sarat Dapat Kartu Ujian, Ini Komen Pihak SMKN 1 Trowulan Mojokerto
mohammad romadoni/surya
Para siswa SMKN 1 Trowulan Mojokerto menggelar aksi protes menuntut kepala sekolah transparan terkait tabungan wajib siswa. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pihak SMKN 1 Trowulan Mojokerto akhirnya buka suara menanggapi tuntutan siswa yang memprotes kebijakan kepala sekolah mengenai tabungan wajib siswa. Ini dilakukan setelah para siswa melakukan aksi protes terkait transparansi dana tabungan wajib siswa yang dipungut senilai Rp 75.000 hingga Rp 145 ribu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Trowulan, Umi Hasanah, menjelaskan pihak sekolah mempunyai legitimasi terkait tabungan wajib siswa. Pasalnya, pungutan tabungan wajib itu sudah seizin dari wali murid yang bersangkutan.

"Kami sudah rapat dan sepakat karena semuanya terbuka tabungan siswa bersama wali murid, wali murid juga mendapat surat edaran dari Kepala sekolah dan komite sekolah," kata Umi, Senin (2/12/2019).

Siswa SMKN 1 Trowulan Mojokerto Demo Kasek, Protes Program Tabungan Wajib untuk Ambil Kartu Ujian

Dikatakannya, dana tabungan wajib siswa itu untuk biaya kegiatan pengembangan diri siswa yang tidak tercover dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ataupun Program Gratis Berkualitas (Tistas).

Umi mencontohkan kegiatan itu, misalnya, studi tour, kunjungan siswa ke industri yang diperuntukkan bagi siswa di setiap studinya.

Adapun biaya tabungan wajib siswa mulai dari Rp 75 ribu hingga 145 ribu khusus siswa kelas X dan kelas XII.

"Siswa demo itu pemicunya mereka harus melunasi tabungan wajib agar memperoleh kartu peserta ujian," ungkapnya.

Dia menegaskan pihak sekolah memperbolehkan siswanya mengikuti ujian meskipun yang bersangkutan belum melunasi tabungan wajib tersebut.

Kendati demikian, mereka menganjurkan bagi siswa yang mampu agar melunasi tabungan wajib untuk mengambil kartu ujian.

Ada juga memang siswa yang sudah diberi wali murid untuk membayar tabungan wajib tapi tidak dibayarkan.

Saat ini ada 100 siswa yang belum melunasi tabungan wajib tersebut hingga Desember 2019.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved