Breaking News:

Berita Surabaya

Sempat Putus Asa, Begini Reaksi Korban Penggelapan Mobil Rental saat Kendaraannya Ditemukan

Mobil Honda Mobilio putih bernopol W-1789-NN miliknya itu dibawa kabur tanpa kabar oleh Oditya sejak bulan September 2019.

surya.co.id/firman rachmanuddin
Yessi (34), salah satu korban penipuan penggelapan yang mobilnya langsung dikembalikan oleh kepolisian. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Yessi (34) warga Sidoarjo yang menjadi salah satu korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Oditya Pradana Putra (23) warga Jalan Simo Sidomulyo 5 / 15 Surabaya mengaku sempat putus asa mencari keberadaan mobilnya.

Mobil Honda Mobilio putih bernopol W-1789-NN miliknya itu dibawa kabur tanpa kabar oleh Oditya sejak bulan September 2019.

"Dia (tersangka) itu nyewa ke saya secara kontrak selama satu tahun dengan biaya sewa Rp 5,5 juta," kata Yessi saat di Mapolsek Sawahan Surabaya, Senin (2/12/2019).

Setelah terjadi perjanjian bermaterai, tersangka kemudian mengirimkan bukti transfer kepada Yessi yang merupakan bukti transfer palsu.

"Saya cek ke pihak bank, ternyata tidak ada transaksi dan capture yang dikirimkan itu palsu," tambahnya.

Yessi lemas mengetahui jika dirinya telah ditipu.

Ironisnya, mobil tersebut sudah dibawa Oditya, bahkan nomor telepon Oditya pun juga tak aktif saat Yessi mencoba menghubungi.

"Saya sudah putus asa, karena mobil saya ini tidak ada GPS-nya," lanjutnya.

Rasa putus asa Yessi patah, ketika ia mendapat kabar penyidik Reskrim Polsek Sawahan menghubunginya.

Polisi yang menangkap Oditya atas kasus penggelapan motor kemudian berkembang ke kasus penggelapan mobil yang salah satunya ditemukan mobil milik Yessi.

"Saya bersyukur mobil saya bisa ketemu, saya sudah tidak berharap lagi awalnya. Tapi beruntung ada pak polisi. Saya berterimakasih kepada Kapolsek Sawahan dan pak Kapolrestabes Surabaya," tandasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengimbau kepada seluruh masyarakat utamanya pengusaha rental agar lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya.

Jika ada yang mencurigakan, masyarakat diminta langsung melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

"Ya kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi kejahatan penggelapan seperti ini. Jika ada yang mencurigakan dan tidak masuk akal, segera koordinasi dengan kepolisian terdekat,"tegas Sandi, Senin (2/12/2019).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved