Hari AIDS International

Selama 2019, Terdapat 79 Penderita HIV/AIDS baru di Gresik, Diduga Berasal dari Pramusaji

Ratusan pramusaji diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari bulan Januari hingga awal Desember 2019.

Selama 2019, Terdapat 79 Penderita HIV/AIDS baru di Gresik, Diduga Berasal dari Pramusaji
foto: satpol pp gresik untuk surya.co.id
Pramusaji yang diamankan dari warung di wilayah Duduksampeyan, Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK – Ratusan pramusaji diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari bulan Januari hingga awal Desember 2019. 

Mereka diduga menyumbang angka penderita HIV/AIDS baru di Kabupaten Gresik.

Pada tahun 2019, ada 79 penderita baru. Diduga mereka berasal dari pramusaji yang diamankan Satpol PP dari warung ke warung.

Total, jumlah penderita HIV/AIDS di Gresik tercatat mencapai 492 penderita.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pemkab Gresik dr Ummi Khoiroh menuturkan pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah pramusaji yang telah diamankan itu terindikasi HIV/AIDS.

"Ada 11 ribu yang kita curigai, dari ratusan pramusaji yang diamankan juga masuk dalam situ. Karena datanya menjadi satu dari pemeriksaan di puskesmas," ujarnya.

Lanjut Ummi, selama ini Satpol PP rajin mengirim tangkapan pramusaji kemudian diperiksakan ke Puskesmas Alun-alun Gresik. Nah, bagi pramusaji yang positif menderita HIV/AIDS akan dilanjutkan pengobatan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar ikut terlibat dengan mengurangi diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)," terangnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Abu Hasan mengatakan, pihaknya usai mengamankan sejumlah pramusaji langsung dibawa menuju Puskesmas Alun-alun.

"Kita tidak bisa memastikan berapa jumlah yang positif HIV dari tangkapan itu. Tetapi pada tahun 2018 lalu, ada 34 pramusaji kita amankan dua diantaranya positif HIV," terangnya.

Pramusaji yang diamankan usai diperiksa di Puskesmas selanjutnya diserahkan ke shelter Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan pembinaan.

"Pramusaji itu awal masuk penyebaran, oleh sebab itu kita rutin melakukan razia di sejumlah warung yang diduga terdapat layanan tersebut," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved