Bisnis

Kota Mojokerto Targetkan Jadi City Gas Dengan Perbanyak jargas untuk SR hingga UMKM

Targetnya Kota Mojokerto ini bisa sebagai “kota gas” atau City Gas dengan memperluas pembangunan jargas untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kota

Kota Mojokerto Targetkan Jadi City Gas Dengan Perbanyak jargas untuk SR hingga UMKM
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Senior Analis Strategic Stake Holder Manajamen PGN Hamalsyahan menunjukkan penggunaan Jargas di Rumah dinas Walikota Mojokerto, Kamis (21/11/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga di Kota Mojokerto yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (PGN) semakin andal dan mendapat apresiasi dari pelanggannya.

Bahkan Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, di rumah dinasnya juga sudah memanfaatkan jargas PGN untuk kegiatan dapurnya.

"Kami mendorong untuk peningkatan penggunaan jargas PGN untuk kegiatan warga Kota Mojokerto. Baik yang rumah tangga maupun yang industri. Mengingat industri yang menggunakan bahan bakar seperti gas ini sangat banyak," kata Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, saat mendapat kunjungan media dan PT PGN, beberapa waktu yang lalu.

Proyek jargas di Kota Mojokerto dimulai tahun 2016, dengan usulan bantuan jargas sejumlah 17.863 sambungan rumah tangga (SR). Tapi hanya terealisasi sebanyak 5.000 SR di tahun 2017.

Kemudian di tahun 2018, Pemkot Mojokerto mengajukan sebanyak 22.306 SR, namun realisasinya hanya 4.000 SR yang akan bisa dinikmati warga pada tahun 2019 ini.

Jumlah itu tersebar di delapan kelurahan, yang meliputi kelurahan Magersari, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Purwotengah, Kelurahan Jagalan, Kelurahan Sentanan dan Kelurahan Mentikan. Dan tahun 2020 diproyeksikan ada 6.000 SR baru.

"Targetnya Kota Mojokerto ini bisa sebagai “kota gas” atau City Gas dengan memperluas pembangunan jargas untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kota ini dan kemakmuran warganya," kata Ning Ita.

Penggunaan gas bumi sangat menguntungkan warga kota Mojokerto, utamanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain lebih bersih, bahan bakar gas bumi dinilai lebih ekonomis dan praktis. Ning Ita juga menyebutkan bila Mojokerto adalah kota yang ekonominya lebih banyak ditopang oleh UMKM.

"Bahkan sumbangannya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mojokerto mencapai sekitar 60 persen. Data Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto menunjukkan, jumlah UMKM di Kota Mojokerto di akhir 2018 mencapai 3.553 usaha yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu terbesar di kecamatan Magersari, selanjutnya Prajurit Kulon dan Kranggan," jelas Ning Ita.

UMKM tersebut bergerak di sejumlah sektor, diantaranya garmen, mebel, alas kaki, pengrajin kuningan dan kuliner. Alas kaki merupakan produk unggulan UMKM kota Mojokerto.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved