Kepala Dinas ESDM Jatim: "Jawa Timur Kekurangan Air Tanah"

"Dari 666 kecamatan di Jawa Timur 50 persennya kekurangan air karena cekungan air tanah di daerah itu mengalami penurunan," ucap Setiajit

Kepala Dinas ESDM Jatim:
surya/david yohannes
Rumah pompa Sumur Air Tanah Dalam di Desa Suwaloh, Kecamatan Pakel yang mangkrak. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur fokus untuk menjaga ketersediaan air tanah di Jawa Timur.

Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan air tanah menjadi salah satu energi baru terbarukan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim, Setiajit mengungkapkan, di Jatim ada beberapa daerah yang sangat kekurangan air. Di antaranya adalah Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek.

"Dari 666 kecamatan di Jawa Timur 50 persennya kekurangan air karena cekungan air tanah di daerah itu mengalami penurunan," ucap Setiajit, Minggu (1/12/2019)

Hal tersebut sangat berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat terutama untuk mencukupi kebutuhan di sektor pertanian.

Untuk itu, Setiajit mengatakan daerah yang dilalui Bengawan Solo seperti Gresik, Bojonegoro dan Tuban, airnya harus dikelola dengan baik agar mempunyai cadangan air baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian.

Sedangkan di daerah yang lain, Setiajit mengungkapkan di Tahun 2020 pihaknya akan membangun 142 sumur bor di 17 kabupaten termasuk tiga kabupaten diatas.

“Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten harus bersatu mengelola air permukaan  karena saat ini Jatim kekurangan air tanah,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Sampe L. Purba mengatakan, air tanah merupakan sumber daya alam yang terbarukan.

Namun apabila tidak dikelola dengan baik dan memperhatikan keseimbangan antara imbuhan dan pengambilannya maka potensi ketersediaannya akan semakin berkurang.

"Air tanah memberikan peranan penting untuk berbagai keperluan, maka pemanfaatan air tanah harus memperhatikan keseimbangan dan pelestarian sumber yang kita kenal sebagai berwawasan lingkungan," ujarnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved