Berita Tuban

Gubernur Jatim : Ada Empat Kabupaten yang Tanggul Bengawan Solonya Amblas

Kondisi tanggul yang amblas atau retak ini diungkapnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Tuban, melainkan di daerah lain juga.

surya.co.id/m sudarsono
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mengecek tanggul Bengawan Solo di Tuban yang amblas 

SURYA.co.id | TUBAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengecek kondisi tanggul Bengawan Solo yang amblas, di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang.

Kondisi tanggul yang amblas atau retak ini diungkapnya tidak hanya terjadi di Kabupaten Tuban, melainkan di daerah lain juga.

"Tidak hanya terjadi di Tuban, di daerah lain di Jatim juga mengalami hal sama," kata Khofifah kepada wartawan, Senin (2/11/2019).

Dia menjelaskan, daerah lain yang tanggulnya mengalami amblas yaitu Bojonegoro, Lamongan dan Madiun.

Oleh karenanya diperlukan langkah antisipatif sebelum dilakukan perbaikan tanggul secara permanen.

Khofifah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan instansi terkait, guna perbaikan serta pembangunan tanggul secara permanen agar dapat dimasukkan dalam APBN.

"Selain Tuban, tiga kabupaten lain juga mengalami tanggul amblas, jadi ada empat kabupaten. Kita sudah kordinasi dengan semua pihak terkait," ujarnya didampingi pejabat terkait.

Ditambahkannya, dalam kondisi darurat diperlukan upaya pengamanan, salah satunya dengan meningkatkan daya tahan bronjong guna menahan kemungkinan naiknya debit air sungai.

Khofifah menerangkan terdapat kesamaan penyebab rusaknya tanggul di beberapa wilayah yang dimaksud.

Oleh karena itu, perlu segera dilakukan percepatan rekontruksi nya, meski masih dalam tahap darurat.

"Di sini (Tuban,red) yang paling panjang retaknya. Kalau di Madiun selesai, sekarang tinggal Lamongan, Tuban dan Kanor Bojonegoro terakhir," pungkasnya.

Sekadar diketahui, adapun panjang titik tanggul di sekitar lokasi Sembungrejo yaitu 125 meter.

Namun untuk yang amblas sekitar 80 meter, dengan kedalaman 2,5 meter sampai 3 meter. Kondisi itupun kini sudah ditangani untuk dilakukan diperbaikan.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved