DPRD Surabaya

DPRD Dorong Percepatan Rumah Sakit Baru di Surabaya Timur

Dalam sidaknya di RSUD dr Soewandie Surabaya, Senin (2/12/2019), Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah juga melihat antrean pengambil obat.

DPRD Dorong Percepatan Rumah Sakit Baru di Surabaya Timur
surya.co.id/nuraini faiq
Dalam sidaknya di RSUD dr Soewandie Surabaya, Senin (2/12/2019), Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah juga melihat antrean pengambil obat. 

WAKIL Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah bertekad merealisasikan pemerataan layanan kesehatan di Surabaya.

Salah satunya dengan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama DPRD Surabaya untuk mempercepat realisasi RS milik Pemkot wilayah di Surabaya Timur.

"Wilayah Surabaya ini luas dan tidak semua warganya terjangkau di RSUD dr Soewandhie maupun RSUD BDH (Bhakti Darma Husada). Sementara tren warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan semakin banyak," ungkap Laila di sela inspeksi mendadak (sidak) di RSUD dr Soewandhie, Senin (2/12/2019).

Politisi PKB ini menawarkan solusi dengan dibangunnya RSUD baru di wilayah Surabaya Timur.

Keberadaan RS di Gununganyar dinilai ideal agar makin mendekatkan layanan kesehatan kepada warga kota.

Mengingat keterjangkauan dan macetnya akses ke RSUD dr Soewandhie dan RS lain milik Pemkot.

Feasibility Study
Menurut Laila, semangatnya adalah memberikan layanan kesehatan paling mudah untuk warga.

"Mudah-mudahan impian adanya RSUD di Surabaya Timur terealiasi. Kita lihat hasil kajiannya bagiamana.  Saat ini sudah masuk tahapan feasibility study (kelayakan) di Bappeko," ungkap Laila.

Dia berharap kajian menyeluruh dan mendalam itu menjadi awal percepatan dibangunnya RSUD di Surabaya Timur.

Sehingga orang akan dengan mudah mendapat layanan kesehatan paling dekat dengan rumah mereka.

Laila menilik hasil sidak di RSUD Soewandhie Senin siang. Tidak ada sisa bed untuk pasien di RSUD ini. Semua bed kelas III dengan kapasitas 139 bed tak satupun yang tersisa.

Di layar realtime, ketersediaan kamar dan bed kosong bagi pasien, semua bed telah terisi.

Selain tren penyakit yang meningkat, juga RSUD ini terpaksa harus merujuk atau mengalihkan calon pasien ke RS lain.

"Kasihan kalau harus dialihkan, meski sama-sama kelas rumah sakitnya atau sama-sama peserta BPJS. Namun ada psikologi nyaman saat pasien dirawat di RS yang diinginkan. Biasanya yang paling lengkap dan dekat dengan rumah," pungkas Laila. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved