BKIPM Apresiasi Penangkapan Pelaku Penyelundupan Benur Lobster Beromzet Miliaran Rupiah

"Ukuran 200 gram atau di bawah, aturannya tidak boleh ditangkap, bisa ganggu ekosistem," katanya pada awakmedia di Gedung Ditrreskrimsus Mapolda Jatim

BKIPM Apresiasi Penangkapan Pelaku Penyelundupan Benur Lobster Beromzet Miliaran Rupiah
tribun jatim/luhur pambudi
Tiga kawanan pelaku penyelundupan benur lobster yang ditangkap Polda Jatim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terbongkarnya praktik penyelundupan benih lobster jaringan internasional beromset miliaran rupiah diapresiasi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya 1, Wiwit Supriono, komplotan tersebut melanggar Peraturan Menteri (Permen) No 56 Tahun 2016.

Peraturan tersebut berisi larangan semua pihak menjual komoditas lobster berubukran kurang dari 200 gram.

"Ukuran 200 gram atau di bawah, aturannya tidak boleh ditangkap, bisa ganggu ekosistem," katanya pada awakmedia di Gedung Ditrreskrimsus Mapolda Jatim, Senin (2/12/2019).

Wiwit juga mengungkapkan, komplotan tersebut juga melanggar UU Perikanan No 45 tahun 2019.

"Lobster itu jenisnya banyak, jadi semua jenis ukuran itu dilarang. Karena ini akan dibudidakan," jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, prinsip dasar penegakkan hukum atas kasus penyelundupan benih lobster tersebut berupaya menjaga kelangsungan sumber alam hayati.

"Prinsipnya mengambil benih lobster dan itu teridentifikasi secara hukum tidak boleh, dari ukuran 200 gram, itu jelas merusak ekosistem, dalam konteks sumber alam hayati," pungkas Gidion.

Polisi Bongkar Penyelundupan Benur Lobster Beromzet Miliaran Rupiah. Ini Kisah Lengkapnya

Tags
BKIPM
Benur
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved