Berita Bangkalan

7 Ton Terkumpul dalam 2 Jam di 2 Lokasi di Bangkalan, TNI/Polri dan IKMS Kompak Punguti Sampah

Sedikitnya 150 warga terdiri dari TNI/Polri, Ikatan Keluarga Mahasiswa Socah (IKMS), dan staf Kec. Socah memungut sampah di Desa Buluh dan Petaonan.

7 Ton Terkumpul dalam 2 Jam di 2 Lokasi di Bangkalan, TNI/Polri dan IKMS Kompak Punguti Sampah
surya.co.id/ahmad faisol
Bersih-bersih sampah di Desa Petaonan dan Buluh Kecamatan Socah menghasilkan tujuh ton sampah, Minggu (1/12/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sedikitnya 150 warga terdiri dari TNI/Polri, Ikatan Keluarga Mahasiswa Socah (IKMS), dan staf Kecamatan Socah memungut sampah di Desa Buluh dan Petaonan, Minggu (1/12/2019).

Hasilnya, sebanyak tujuh ton sampah terkumpul dalam waktu sekitar dua jam. Sampah diangkut menggunakan empat truk menuju TPA di Desa Buluh Kecamatan Socah.

"Kami melakukan gerakan ini atas dasar keprihatinan terkait buruknya pengelolaan sampah di Bangkalan," ungkap Ketua IKMS Oktavian Ismail Johansyah.

Ia menjelaskan, gerakan memungut sampah sebelum musim penghujan tiba merupakan langkah kongkrit jangka pendek IKMS sebagai wujud keprihatina terhadap pengelolaan sampah.

"Kami tidak berhenti sampai di sini. Ada jangka menengah dan panjang yang sedang kami kaji," jelas Alumnus Fakultas Psikologi Untag 1945 Surabaya itu.

Ia menambahkan, hasil beberapa waktu sebelumnya, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan bersedia menyediakan dua kontainer sampah yang akan diletakkan di dua titik di Kecamatan Socah.

"Kami akan menunggu dua kontainer itu. Sampah tidak bersalah namun jika dibiarkan akan menjadi masalah," terangnya.

Sebelumnya, massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bangkalan menyebut Bangkalan Banjir Sampah dalam aksinya di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan, Kamis (10/10/2019).

Dalam lima tahun terakhir, Pemkab Bangkalan terus berupaya mendirikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru. Namun hingga kini lokasi lahan baru belum menemui titik kejelasan.

Satu-satunya TPA di Desa Buluh seluas 2,5 hektare sudah tak mampu menampung. Akibatnya, Kabupaten Bangkalan selalu gagal dalam penilaian Adipura beberapa tahun terakhir.

Harapan terealisasinya TPA Baru sempat mengemuka di awal 2018. Pemkab Bangkalan telah menentukan titik lahan di Kecamatan Tragah seluas kurang lebih 10 hektare.

Feaslibility Study (FS) pun telah dilakukan. Bahkan Detailed Engineering Design (DED) berikut UKL/UPL siap diorbitkan. Tinggal menunggu penunjukan lokasi dari Pemprov Jatim.

Namun akhirnya gagal di pertengahan 2018. Kondisi sampah semakin memprihatinkan lantaran kini pasokan sampah telah mencapai 40 ton hingga 50 ton per hari.

"Keberadaan sampah ibarat bola salju karena produksinya setiap tahun semakin bertambah," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved