Berita Pasuruan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi Ingatkan RSUD Bangil Untuk Perbaiki Pelayanan

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan di RSUD Bangil

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi Ingatkan RSUD Bangil Untuk Perbaiki Pelayanan
SURYA.co.id/Galih Lintartika
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Permasalahan pelayanan RSUD Bangil menjadi perhatian khusus kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan 2019.

Manajemen RS Pemkab Pasuruan diminta untuk segera berbenah diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan di RSUD Bangil dan harus segera ditindaklanjuti.

"Jangan sampai persoalan dan keteledoran yang mengakibatkan pasien meninggal dunia terulang. Hal ini bisa diantisipasi sejak awal," kata Andri, Minggu (1/12/2019).

Ia meminta RSUD Bangil membuka pengaduan dan pelayanan secara online. Sehingga, ketersediaan kamar rawat inap dan dokter jaga yang bertugas bisa langsung diketahui masyarakat.

Menurut Andri, aplikasi pelayanan online ini sebenarnya sudah dimiliki RSUD Bangil. Hanya saja fasilitas layanannya masih kurang lengkap dan diperlukan penambahan.

"Sehingga ketika pasien umum yang akan berobat, tidak perlu lagi berlama-lama di ruang IGD karena alasan ketidak tersediaan kamar rawat inap," papar dia.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar ada penambahan sopir mobil ambulans.

Usulan ini merespon keluhan masyarakat yang kerap kali harus menunggu sopir ambulans untuk antar jemput pasien.

Saat ini jumlah sopir ambulans di 33 Puskesmas sebanyak 42 orang, yang terdiri dari 14 PNS dan 28 non PNS.

Pada tahun 2020 mendatang akan dilakukan penambahan 11 orang sopir ambulans dari non PNS.

“Kami juga telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan stok obat-obatan. Anggaran ini sudah disetujui dalam rapat sinkronisasi RAPBD tahun 2020. Sehingga tidak ada lagi alasan depo obat kehabisan stok saat dibutuhkan pasien,” tandasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved