Berita Bojonegoro

Ungkap Kasus Kelompok Pembobol Brankas di Bojonegoro, Polisi: Pelaku Nekat Jebol Tembok

Beberapa fakta mengejutkan yang terungkap saat Polres Bojonegoro gelar ungkap kasus pembobol brankas di PT Subur Mitra Sukses

Ungkap Kasus Kelompok Pembobol Brankas di Bojonegoro, Polisi: Pelaku Nekat Jebol Tembok
SURYA.co.id/M Sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan saat memimpin ungkap kasus pelaku pembobol brankas di PT Subur Mitra Sukses, Minggu (1/12/2019). 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Satreskrim Polres Bojonegoro berhasil membekuk pelaku pembobol brankas di PT Subur Mitra Sukses, Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, yang dilakukan pada Selasa (8/8/2019).

Pelaku yang berjumlah empat orang tersebut dua diamankan, sedangkan dua lainnya buron.

Bahkan dalam menjalankan modusnya kelompok ini terbilang nekat, karena membobol bagian dinding gudang belakang.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, kejadian bermula saat seorang karyawan mengetahui kondisi brankas sudah terbuka.

Setelah ditelusuri ternyata terdapat bagian lubang berbentuk persegi di tembok belakang gudang.

Lubang tersebut dibuat oleh kawanan kelompok berjumlah empat orang itu untuk masuk.

Karyawan itu pun langsung menghubungi bos atau pemilik gudang dan selanjutnya lapor ke polisi.

"Jadi untuk masuk gudang kelompok ini menjebol dinding belakang, lalu menggasak uang ratusan juta di brankas," ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Budi menjelaskan, empat orang pelaku identitasnya yaitu Suparno (61) asal Ngimbang, Lamongan, saat ini ditahan di Mapolres Bojonegoro. Lalu ada Tohari (41), asal Sampang, Madura, ditahan di Mojokerto atas kasus lain.

Kemudian dua lainnya K dan S masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Dua yang diamankan, dua lainnya kota tetapkan DPO," ujarnya.

Ditambahkannya, uang yang digasak pelaku di brankas jumlahnya Rp 324 juta. Uang tersebut dibagi empat untuk masing-masing pelaku.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti atas kasus tersebut. Di antaranya sepeda motor, helm, brankas, jaket dan hand phone.

"Sejumlah barang bukti sudah kita amankan, pelaku dijerat pasal 363 KUHP ancaman pidana 7 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved