Berita Surabaya

Sudah Dikasih Makan Malah Embat Ponsel, Tukang Pijat Asal Gubeng Surabaya Ini Pun Dijebloskan ke Bui

Kepada polisi, pelaku mengaku tidak bermaksud menjual ponsel curian tersebut. Rencananya pelaku bakal menggunakannya sendiri

Sudah Dikasih Makan Malah Embat Ponsel, Tukang Pijat Asal Gubeng Surabaya Ini Pun Dijebloskan ke Bui
Dokumen Polsek Karang Pilang
Aris Aldiansyah (25) warga Gubeng, Surabaya saat dikeler ke Mapolsek Karang Pilang 

SURYA.co.id | SURABAYA - Awalnya berniat menawarkan jasa pijat, Aris Aldiansyah (25) warga Gubeng ini malah merangsek masuk kamar seorang warga di Perumahan Griya Kebraon Utara, Karang Pilang, Surabaya, lalu menggasak dua ponsel.

Awalnya pelaku mendatangi rumah korban menawarkan jasa pijat, namun sayangnya itu sedang tidak diminati oleh keluarga korban.

Tapi, karena pelaku sebelumnya juga cukup dikenal akrab dengan korban atau pun di lingkungan sekitar kawasan komplek tersebut, pelaku tidak lantas pergi dari rumah tersebut.

Korban justru mempersilahkan pelaku masuk ke ruang tamu, untuk diberi sepiring kudapan.

Kemudian korban beranjak masuk meninggalkan pelaku seorang diri, untuk menunaikan ibadah salat.

“Karena korban sudah kenal sebelumnya dengan pelaku, kemudian pelaku disuruh masuk ke dalam rumah dan diberi makan,” kata Kanit Reskrim Polsek Karang Pilang, Iptu Wardi Waluyo, Minggu (1/12/2019).

Melihat situasi lengang semacam itu, terbesitlah akal picik pelaku untuk mengambil beberapa barang berharga di dalam rumah korban.

Pelaku lantas merangsek masuk ke dalam sebuah kamar, lalu menggasak dua buah ponsel yang tergeletak di atas sebuah meja. Aksi pelaku keburu dipergoki korban.

“Pelaku mengambil 2 ponsel samsung yang berada di meja kamar tidur namun sebuah ponsel tipe J5 di tinggal pelaku di bawah kursi ruang tamu korban dan sebuah ponsel tipe J7 dibawa pulang pelaku,” ujarnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku tidak bermaksud menjual ponsel curian tersebut. Rencanaya pelaku bakal menggunakannya sendiri untuk kepentingannya pribadi.

“Pelaku berniat untuk digunakan sendiri karena pelaku tidak memiliki ponsel android,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, ungkap Wardi, pelaku bakal dikenai Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved