Berita Blitar

Petugas Gabungan Obok-obok Tempat Karaoke di Blitar, Pengunjung hingga Pemandu Lagu Dites Urine

Petugas gabungan dari BNN Kabupaten Blitar, Polres Blitar Kota, TNI dan Satpol PP menggelar razia ke sejumlah tempat karaoke

Petugas Gabungan Obok-obok Tempat Karaoke di Blitar, Pengunjung hingga Pemandu Lagu Dites Urine
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Petugas saat mendata pengunjung tempat karaoke yang mengikuti tes urine di saat razia sejumlah tempat karaoke di Blitar, Sabtu (30/11/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Petugas gabungan dari BNN Kabupaten Blitar, Polres Blitar Kota, TNI dan Satpol PP menggelar razia ke sejumlah tempat karaoke, Sabtu (30/11/2019) kemarin malam.

Razia itu bertujuan untuk mencegah peredaran gelap narkoba di tempat hiburan.

Dalam razia itu, petugas mendatangi dua tempat karaoke di wilayah Nglegok, Kabupaten Blitar.

Petugas menggeledah barang bawaan para pengunjung, pegawai, dan pemandu lagu di tempat karaoke itu.

Petugas juga melakukan tes urine kepada para pengunjung, pegawai dan pemandu di tempat karaoke secara bergiliran.

"Razia ini untuk mencegah peredaran gelap narkoba di tempat hiburan menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Bagus Cahyono.

Bagus mengatakan, total ada 60 orang yang menjalani tes urine.

Mereka, para pengunjung, pegawai, dan pemandu lagu di tempat karaoke.

Dari 60 orang yang dites urine, ada satu orang yang dinyatakan positif narkoba.

"Ada satu orang yang positif mengkonsumsi sabu. Yang bersangkutan kami amankan di kantor. Kami akan mengembangkan dulu kasusnya," ujar Bagus.

Petugas juga menemukan sejumlah botol minuman keras di room karaoke. Petugas memperingatkan pengelola karaoke agar tidak menjual minuman keras.

Dikatakan Bagus, razia ini akan terus dilakukan hingga Natal dan Tahun Baru.

Razia ini untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru.

Petugas akan merazia sejumlah tempat yang rawan digunakan untuk peredaran gelap narkoba.

"Salah satunya tempat hiburan ini. Tempat hiburan menjadi tempat yang rawan digunakan untuk peredaran gelap narkoba," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved