Breaking News:

Berita Trenggalek

Masa Tanggap Darurat Kekeringan Trenggalek Diperpanjang Hingga Akhir Tahun

Jumlah desa di Trenggalek yang mengalami kekeringan terus bertambah. BPBD akan terus menyuplai air bersih ke desa-desa kekeringan

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Suplai air bersih ke rumah-rumah warga kekeringan di Trenggalek, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Masa tanggap dalurat kekeringan Kabupaten Trenggalek diperpanjang sampai 31 Desember 2019.

Itu artinya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan terus menyuplai air bersih ke desa-desa kekeringan.

Sebelumnya, surat tanggap darurat kekeringan berakhir pada 30 November 2019.

"Kami sudah cek ke lapangan dan surat perpanjangan itu sudah ditandatangani Pak Bupati pada Jumat (29/11/2019)," kata Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek Joko Rusianto, Minggu (1/12/2019).

Untuk suplai air, BPBD masih menggunakan dana dari Biaya Tak Terduga (BTT) kabupaten.

Awal bulan lalu, BPBD mendapat tamabahan dana Rp 1,2 miliar untuk mengatasi kekeringan.

Untuk saat ini, kata Joko, anggaran itu masih tersisa di atas Rp 500 juta.

"Soal dana tidak ada masalah. Nanti apabila habis, kami mengajukan lagi," tutur Joko.

Memasuki Desember, Kabupaten Trenggalek belum diguyur hujan secara sporadis. Hujan intensitas rendah beberapa kalai terjadi pada akhir November.

Namun hujan tersebut belum memulihkan mata air di desa-desa yang mengalami kekeringan.

Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang Joko terima, musim hujan di Trenggalek akan terjadi pada dasarian 2 Desember ini.

Apabila prediksi itu akurat, kekeringan di Trenggalek akan selesai sebelum perpanjangan masa tanggap darurat selesai.

BPBD mengandalkan tiga mobil tangki yang tersisa untuk mengirim air ke desa-desa kering. Sebenarnya, badan itu punya empat unit mobil tangki. Tapi satu unut belum bisa dipakai setelah mengalami kecelakaan sekitar pekan lalu.

"Di APBD induk 2020, kami mengajukan pengadaan tiga mobil tangki dengan berbagai ukuran kapasitas. Jadi nanti kami punya enam yang bisa dioperasikan," tutur Joko.

Selain mobil dinas, badan itu juga sering dibantu instansi lain dan swasta dalam pengiriman air bersih.

Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek, Tri Puspitasari menjelaskan, jumlah desa kekeringan sudah bertambah dari 60 menjadi 62 desa. Desa-desa itu tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

"Paling parah dalam lima tahun terakhir," kata Pipit, sapaan akrabnya.

Secara kualitas dan kuantitas, kekeringan di kebanyakan desa bertambah. Meski sempat diguyur hujan, permintaan bantuan air juga masih meningkat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved