Berita Nganjuk

Khawatir Kualitas Bangunan Jelek, Wali Murid Ancam Hentikan Renovasi Gedung SDN 1 Putren Nganjuk

Gedung SDN 1 Putren Kecamatan Sukomoro yang proses pelaksanaan renovasin dikhawatirkan para Wali Murid karena diduga menggunakan kayu mahoni.

Khawatir Kualitas Bangunan Jelek, Wali Murid Ancam Hentikan Renovasi Gedung SDN 1 Putren Nganjuk
surya.co.id/ahmad amru muiz
Gedung SDN 1 Putren Kecamatan Sukomoro Nganjuk yang proses renovasinya dikhawatirkan para Wali Murid karena diduga menggunakan kayu mahoni. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Kualitas bangunan renovasi gedung SDN 1 Putren Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk dikhawatirkan wali murid.

Pasalnya, kualitas kayu bangunan yang dipakai untuk renovasi menggunakan kayu mahoni diduga kualitas jelek dan bukan kayu jati seperti bangunan gedung sebelumnya.

Salah satu wali murid SDN 1 Putren, Suparlan mengatakan, pihaknya bersama para wali murid lain SDN 1 Putren berencana menghentikan renovasi gedung kelas bila tidak menggunakan kayu jati seperti bangunan semula.

Disamping itu, apabila tetap dipaksakan maka para wali murid akan meminta pelaksana proyek bertanggung jawab apabila di kemudian hari terjadi apa yang tidak diinginkan menimpa gedung sekolah dan siswa yang belajar.

"Yang jelas, kami intinya menolak renovasi gedung SDN 1 Putren apabila tetap menggunakan kayu yang jelek dan tidak menggunakan kayu jati seperti bangunan gedung sebelumnya. Kami khawatir ada hal-hal yang buruk terjadi apabila gedung direnovasi tidak lebih baik tetapi justru lebih jelek kualitasnya," kata Suparlan, kemarin.

Sikap wali murid SDN 1 Putren didukung Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo. Menurutnya, ia akan membantu para wali murid bila tuntutuan atas kekhawatiran para wali murid disampaikan secara tertulis.

Bahkan, pihaknya juga  bersedia mengundang Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk selaku pemegang kebijakan untuk pengecekan secara langsung bangunan gedung renovasi.

Dengan demikian, Diknas bisa mengetahui sendiri kualitas kayu yang digunakan untuk renovasi, dimana kayu yang masih layak digunakan lagi karena kondisinya masih kuat dan kayu yang sudah tidak layak digunakan untuk bangunan gedung sekolah.

Kalaupun dilakukan pergantian kayu bangunan selayaknya harus sama dengan kualitas kayu bangunan sebelumnya.

"Kami memberikan apresiasi terhadap wali murid atau warga yang peduli akan peningkatan mutu pendidikan kecamatan Sukomoro dan kabupaten Nganjuk pada umumnya," kata Tri Basuki.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved