Dongkrak Rasio Elektrifikasi, Khofifah Resmikan 8 PLTS dan PLTD di Kawasan Kepulauan Sumenep

Hingga Oktober 2019, rasio elektrifikasi di Jatim sudah mencapai 98,38 persen. Berbekal hasil tersebut, PLN terus meningkatkan hingga akhir 2019

Dongkrak Rasio Elektrifikasi, Khofifah Resmikan 8 PLTS dan PLTD di Kawasan Kepulauan Sumenep
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di delapan pulau di Kepulauan Kangean dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Sabtu (30/11/2019). 

SURYA.co.id | SUMENEP - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong program elektrifikasi terutama di kawasan kepulauan Sumenep.

Hari ini, Sabtu (30/11/2019), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di delapan pulau di Kepulauan Kangean dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep.

Proyek elektrifikasi ini merupakan kerjasama Pemprov Jawa Timur dengan PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim sebagai pihak pelaksana pembangunan infrastruktur elektrifikasi.

PLTD dengan kapasitas 800 KW yang diresmikan Khofifah berlokasi di Pulau Raas Kabupaten Sumenep. PLTD ini akan mulai beroperasi mengalirkan listrik ke rumah-rumah penduduk yang saat ini belum mendapatkan aliran listrik kontinyu selama 24 jam.

Sedangkan untuk delapan PLTS yang sudah dibangun di Kepulauan Kangean tersebar di pulau-pulau kecil sekitar Kangean. Yaitu di PLTS Tonduk dengan kapasitas 200 kWp, PLTS Goa Goa berkapasitas 200 kWp, PLTS Masakambing 50 kWp, PLTS Pagerungan Kecil berkapasitas 50 kWp, PLTS Paliat berkapasitas 100 kWp, PLTS Sakala berkapasitas 100 kWp, PLTS Sabuntan berkapasitas 100 kWp, serta PLTS Saubi berkapasitas 150 kWp.

"Kami memiliki target bahwa rasio elektrifikasi di Jawa Timur bisa mencapai 100 persen di tahun 2022. Maka kami mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan PLN bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya dapat meresmikan pembangkit listrik untuk Kepulauan Sumenep," ucap Khofifah.

Saat meresmikan PLTD dan PLTS, Khofifah turut didampingi Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto, Kepala Dinas ESDM Setiajit, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso, General Manager PLN UID Jatim Bob Saril dan Bupati Sumenep Busyro Karim di Desa Bilis-Bilis, Kec. Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Khofifah mengatakan, bersama Pemkab Sumenep dan PLN, pihaknya berlomitmen untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Sumenep secepat mungkin. Maksimal pada 2020, 22 pulau yang belum maksimal teraliri listrik akan terlistriki semua.

"Kalau habis gelap terbitlah terang, dan terang itu artinya mau tadarus Al Quran bisa lebih lama lagi karena listriknya cukup. Mau melakukan program UMKM juga bisa lebih semangat lagi karena listriknya cukup, anak- anak belajarnya juga lebih semangat, nelayan bisa menyiapkan cold storage agar ikannya bisa tersimpan lebih lama dan seterusnya," kata Khofifah.

Lebih lanjut, terkait elektrifikasi di seluruh kepulauan di Jawa Timur, Khofifah menyampaikan bahwa secara nasional di RPJMD pencanangan light for all di Indonesia ditarget selesai tahun 2024. Sedang untuk wilayah Jatim, RPJMD yang dirancang elektrifikasi Jatim rampung seluruhnya tahun 2022.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved