Berita Gresik

Warga Gresik Terdampak Polusi Batu Bara Mengaku Lega, Bongkar Muat di GJT Berhenti sejak Didemo

Warga terdampak polusi batu bara memberikan dukungan kepada perwakilan warga yang dipanggil Ketua DPRD Gresik, Senin (25/11/2019).

Warga Gresik Terdampak Polusi Batu Bara Mengaku Lega, Bongkar Muat di GJT Berhenti sejak Didemo
surya.co.id/sugiyono
DEMO - Warga terdampak polusi batu bara memberikan dukungan kepada perwakilan warga yang dipanggil Ketua DPRD Gresik, Senin (25/11/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga terdampak polusi batu bara di Jalan RE Martadinata Kecamatan Gresik mengaku lega.

Pasalnya, sampai saat ini bongkar muat batu bara di PT Gresik Jasatama (GJT) tidak lagi beroperasi, Jumat (29/11/2019).

Sejak beberapa pekan ini usaha bongkar muat batu bara dari PT GJT sudah tidak beroperasi.

Warga di Jalan RE Martadinata Kecamatan Gresik menilai sejak ada unjuk rasa tandingan dari warga pro GJT, operasi batu bara berhenti.

"Sejak ada unjuk rasa tandingan sudah tidak ada operasi bongkar muat batu bara," kata Adhik Bachtiar, warga Kroman Yaang ingubbne hearing dengan DPRD Gresik.

Sampai saat ini tidak ada usaha bongkar muat batu bara. Sehingga masyarakat bisa menghirup udara bebas tanpa debu batu bara.

"Lantai tidak lagi penuh debu batu bara," imbuhnya.

Setelah itu, warga diundang Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani untuk hearing dengan Komisi III DPRD Gresik, PT GJT , KSOP dan Pelindo Gresik.

Dalam hearing tersebut, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widiana mengatakan, pemerintah akan tetap bertanggung jawab atas polusi debu batu bara.

"Kita juga memberikan kesempatan kepada yang berwenang KSOP mindaklanjuti MoU tahun 2016. Saat itu GJT sudah MoU dengan masyarakat," jelas Asroin.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved