Berita Gresik

Tingkatkan Pengawasan, Bawaslu Gresik Gelar Sekolah Kader dan Desa Anti Politik Uang

Bawaslu Kabupaten Gresik bersama Muspika dan masyarakat menggelar deklarasi desa anti politik uang, Kamis (28/11/2019).

Tingkatkan Pengawasan, Bawaslu Gresik Gelar Sekolah Kader dan Desa Anti Politik Uang
surya.co.id/sugiyono
ANTIPOLITIK UANG - Bawaslu Kabupaten Gresik bersama Muspika dan masyarakat menggelar deklarasi desa antipolitik uang, Kamis (28/11/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik menggalang partisipasi masyarakat milenial dan masyarakat umum, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengawasan pemilihan unum Bupati -wakil bupati Gresik 2020.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik Imron Rosyadi mengatakan, kegiatan Bawaslu untuk meningkatkan pengawasan partisipasi masyarakat, maka Bawaslu RI mengadakan sekolah kader secara berjenjang. Mulai tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pusat.

Peserta sekolah kader ini berasal dari masing-masing kecamatan, perwakilan organisasi kepemudaan dan organisasi masyrakat. Total peserta ada 50 orang.

"Harapannya, alumni sekolah kader ini ikut partisipatif dalam pengawasan di masyarakat," kata Imron.

Sementara untuk pertisipasi masyarakat umum, Bawaslu Kabupaten Gresik akan membentuk desa anti politik uang.

Beberapa desa akan menjadi percontohan untuk deklaraai desa anti politik uang.

"Kemarin sudah ada desa disosialisasikan. Berikutnya ke tiga desa lainnya. Baru dideklarasikan sebagai desa anti politik uang dan dilakukan noto kesepemahaman atau MOU," kata Syafik Jamhari, komisioner Bawaslu Bidang Pengawasan.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved