Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Apresiasi Warga yang Rela Tambah Biaya di Program Bedah Rumah Kurang Layak Huni

Pemkab Nganjuk mengapresiasi penyelesaian program bedah rumah kurang layak huni di Desa Tempuran

Pemkab Nganjuk Apresiasi Warga yang Rela Tambah Biaya di Program Bedah Rumah Kurang Layak Huni
ahmad amru muiz/surya
Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (baju putih) saat syukuran bersama warga penerima program bedah rumah kurang layak huni di Desa Tempuran Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.co.id | NGANJUK - Pemkab Nganjuk mengapresiasi penyelesaian program bedah rumah kurang layak huni di Desa Tempuran Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk. Meski dana bantuan program bedah rumah hanya sebesar Rp 15 juta per rumah, ternyata tidak menghambat realisasi program bedah rumah untuk tahun 2019 ini.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengatakan di Desa Tempuran sendiri mendapatkan bantuan program bedah rumah kurang layak huni sebanyak 44 unit rumah dari APBD Nganjuk dan 80 unit rumah dari APBD Pemprov Jatim pada 2019 ini.

"Terus terang, pelaksanaan program bedah rumah kurang layak huni di Desa Tempuran Kecamatan Ngluyu ini cukup baik.Yang dijalankan di Desa Tempuran itu bisa menjadi contoh di daerah lain di Kabupaten Nganjuk yang belum menerima program bedah rumah kurang layak huni," kata Marhaen Djumadi, Jumat (29/11/2019).

Marhaen menilai bantuan program bedah rumah kurang layak huni dari Pemerintah dinilia tidak seberapa.

Hal itu mengingat harga bahan bangunan di pasar sekarang ini cukup tinggi.

Di samping itu, umumnya warga penerima program bedah rumah kurang layak huni di Desa Tempuran menginginkan bangunan lebih baik sehingga mereka rela mengeluarkan dana tambahan lebih besar untuk membangun rumahnya sendiri.

"Bahkan sampai ada warga yang rela menjual ternak sapi demi menambah biaya program bedah rumah. Ini kami nilai sebagai respon luar biasa dari warga atas program bedah rumah kurang layak huni," paparnya.

Marhaen menyebut Pemkab Nganjuk tidak sendirian dalam menjalankan program bedah rumah kurang layak huni ini.

Ada sejumah pihak dari perusahaan swasta juga ikut mengucurkan dana CSR (Corporate Social Responsibility).

Disamping itu, bantuan tenaga program bedah rumah kurang layak huni dari warga Desa dan aparat Kepolisian serta TNI juga cukup membantu realisasi program untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Nganjuk.

"Untuk itu, mengingat jumlah rumah kurang layak huni di Kabupaten Nganjuk masih cukup banyak maka program bedah rumah dipastikan akan kembali direalisasi tahun depan," ujarnya.

Sementara Anggota DPRD Nganjuk, Suprapto, menambahkan program bedah rumah kurang layak huni harus terus dilanjutkan di Nganjuk.

Ini dikarenakan tingkat kemiskinan di Nganjuk masih cukup besar sehingga program pengentasan kemiskinan melalui program bedah rumah memang sebaiknya dilanjukan tahun depan.

"Kami akan mendukung penuh dilanjutkanya program bedah rumah kurang layak huni untuk keluarga miskin di Kabupaten Nganjuk yang dibaiyai dari APBD tahun 2020 mendatang," tandas Suprapto.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved