Berita Jombang

Keroyok Penyeberang Jalan hingga Luka-luka, 'Polisi Cepek' di Jombang Akhirnya Diciduk

"Saat itu korban sedang menyeberang jalan, tiba-tiba dimaki dengan kata-kata makian oleh pelaku. Karena tergesa-gesa, korban tak menghiraukan. Tapi.."

Keroyok Penyeberang Jalan hingga Luka-luka, 'Polisi Cepek' di Jombang Akhirnya Diciduk
surabaya.tribunnews.com/sutono
Tersangka pelaku pengeroyokan (tengah) yang diringkus Polsek Peterongan, Kabupaten Jombang 

SURYA.co.id, JOMBANG - Petugas Polsek Peterongan, Kabupaten Jombang, meringkus Zudi Siswanto (30), pekerja jasa penyeberangan jalan atau biasa disebut 'polisi cepek' asal Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang, Jumat (29/11/2019).

Zudi ditnagkap karena bersama dua temannya diduga melakukan pengeroyokan terhadap Cholik (44) warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan.

Korban mengaku dikeroyok pelaku dan dua temanya di pertingaan Kecamatan Lama Peterongan. Akibatnya, dia luka memar dan robek di beberapa bagian wajahnya.

Kapolsek Peterongan, AKP Sugianto menjelaskan, peristiwa pengeroyokan ini sebenarnya terjadi Mei 2019 lalu.

Bermula saat korban sedang menyeberang di pertigaan kantor kecamatan Peterongan yang lama.

Tiba-tiba salah satu pelaku yang bekerja sebagai 'polisi cepek' melontarkan kata-kata bernada umpatan atau memaki.

"Saat itu korban sedang menyeberang jalan, tiba-tiba dimaki dengan kata-kata makian oleh pelaku. Karena tergesa-gesa, korban tak menghiraukan dan langsung pulang," jelasnya.

Tak berapa lama, masih pada hari yang sama, lanjut Sugianto, korban kembali melewati penyebrangan tersebut.

Kemudian korban menghampiri pelaku dan menanyakan maksud dari umpatan pelaku terhadap korban.

"Saat korban menanyakan kepada pelaku, malah pelaku bicara dengan nada keras 'Koen nantang ta!' (kamu nantang!?). Pelaku kemudian memanggil dua temannya dan menghajar korban beramai-ramai", terangnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban luka robek di bibir, pelipis mata, pipi kanan dan hidung bahkan ada salah satu pelaku yang memukul menggunakan senter lalu hingga kaca senter pecah.

Atas insiden yang dialaminya, korban kemudian melaporkan kejadian pengeroyokan ke Polsek Peterongan.

Setelah dilakukan penyelidikan dan diperoleh bukti cukup, satu pelaku beserta barang bukti senter lalulintas yang pecah diamankan petugas di pertigaan kantor kecamatan lama Peterongan, Jumat (29/11/2019). Sementara dua pelaku lain masih buron.

"Pelaku dijerat dengan pasal pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara," pungkas Sugianto kepada surya.co.id.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved