Berita Jember

Penjelasan Rektor Universitas Jember terkait Pemberhentian Akhmad Taufiq dari Ketua LP3M

"Yang bersangkutan melanggar sumpah jabatan karena terkait hasil pemetaan itu sudah saya minta untuk dirahasiakan," tandas Rektor Unej M Hasan.

Penjelasan Rektor Universitas Jember terkait Pemberhentian Akhmad Taufiq dari Ketua LP3M
surya.co.id/sri wahyunik
Rektor Universitas Jember (Unej) M Hasan mengakui bahwa pemberhentian Akhmad Taufiq dari Ketua LP3M imbas paparannya tentang mahasiswa Universitas Jember di forum Festival HAM di Jember. 

Surya.co.id | JEMBER - Rektor Universitas Jember (Unej) M Hasan tidak menampik pemberhentikan Akhmad Taufiq dari jabatan Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unej imbas dari pemaparannya.

Akhmad Taufiq menyampaikan hasil pemetaan dalam salah satu forum festival HAM di Jember bahwa 22 persen mahasiswa Unej terpapar paham radikalisme.

Apa yang dilakukan Taufiq dianggap termasuk melanggar sumpah jabatan.

"Apa yang dilakukan yang bersangkutan termasuk melanggar sumpah jabatan. Karena terkait hasil pemetaan itu sudah saya minta untuk dirahasiakan, itu sumpah jabatan, atau atas perintah," tandas M Hasan yang diwawancarai media seusai memimpin prosesi pemberhentian dan pengangkatan Ketua LP3M Unej, Rabu (27/11/2019).

"Karena saya melakukan itu juga tidak sembarangan, karena memikirkan banyak pihak, ada orang tua juga stake-holder," tambahnya.

Hasan mengakui di tahun 2017, memang ada pemetaan terhadap pandangan terhadap paham radikalisme di kalangan mahasiswa Unej.

Itu dilakukan karena ada seorang mahasiswa yang mengaku keluar dari salah satu organisasi yang berafiliasi dengan gerakan terorisme di Indonesia.

Pihak Unej akhirnya memutuskan melakukan pemetaan di kalangan mahasiswa untuk melihat situasi mahasiswa terkait paham radikalisme.

Hasan mengakui hasil dari pemetaan itu cukup mengejutkan. Dia mengakui hasil dari pemetaan itu sudah disampaikan kepada pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ketika mereka sedang membuat kegiatan di Unej pada Juli 2019.

Hanya saja, Hasan melihat instrumen pemetaan yang dipakai oleh tim peneliti masih harus diuji lagi.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved