Jumat, 8 Mei 2026

Berita Trenggalek

Bantu Atasi Problematika Nelayan, Pemkab Trenggalek Jajaki Kerja Sama dengan Startup Perikanan

Kabupaten Trenggalek menjajaki kerja sama dengan Fish On, startup yang bergerak dibidang perikanan, Kamis (28/11/2019).

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berfoto bersama pejabat pemkab dan perwakilan Fish On, Kamis (28/11/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek menjajaki kerja sama dengan Fish On, startup yang bergerak dibidang perikanan, Kamis (28/11/2019).

Startup itu akan menyediakan akses permodalan, bantuan teknologi untuk melaut dan pengawetan hingga akses pasar.

Kerja sama ini untuk membantu para nelayan yang kerap mengalami problem finansial ketika harga anjok dan masalah saat susah mencari ikan.

Nanang Priyo Utomo, Chief Representatif Fish On Provinsi Jatim mengatakan, pihaknya mengembangkan sistem baru dalam aplikasi yang dibikin.

Sistem dalam aplikasi itu akan membantu nelayan untuk melacak posisi ikan dan kapal hingga jarak 60 kilometer (km) dari bibir laut.

Beberapa fitur tambahan untuk akses modal dan pasar online yang dibutuhkan nelayan juga disediakan dalam aplikasi itu.

"Pada intinya, nelayan itu tidak ada untung-untungnya karena apa, operasional mereka cukup besar namun tidak tahu di mana tempat ikan itu ada. Selain itu harga ikan melambung tinggi ketika ikan sedikit dan anjlok ketika ikan sedang banyak," tuturnya.

Solusi-solusi yang ditawarkan itu diharapkan dapat memudahkan para nelayan untuk melaut karena modal cukup.

Selain itu mereka juga bisa menemukan ikan secara efektif dan dengan mudah dengan teknologi yang ada.

"Sehingga ada efisiensi produksi, ada pengawetan ikan yang ramah lingkungan yang murah dan memenuhi standar kesehatan dan nelayan bisa memasarkan hasil tangkapannya dengan harga yang terbaik," tuturnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengaku optimis kerja sama itu akan membantu para nelayan.

Ia berharap, nelayan akan bisa bekerja lebih aman, efesien, dan pemasaran yang baik.

"Fish On menjamin bahwa tidak ada satupun rantai bisnis yang akan dirugikan. Apakah itu mulai dari nelayannya, pedagang atau yang selama ini menjadi tengkulak, bahkan hal ini akan mendapatkan potensi penghasilan yang cukup besar," tutur pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Jika jaminan itu bisa dilaksanakan, Mas Ipin berharap ada win-win solution untuk para pelaku usaha di bidang perikanan di Trenggalek.

"Dan akan kita siapkan sistem lelang online untuk produk-produk perikanan, sehingga sebelum dibongkar di TPI (Tempat Pelelangan Ikan), nelayan yang balik ke daratan sudah tahu harga ikan yang mereka bawa akan dihargai berapa," tuturnya.

Dengan penjajakan kerja sama itu, Pemkab Trenggalek menargetkan pendapat asli daerah dari perikanan bisa menembus Rp 1 miliar.

Hingga saat ini, tambah Mas Ipin, retribusi di sektor itu masih berada di bawah Rp 500 juta per tahun.

"Jadi Fish On harus bisa diterapkan segera. Kita akan kebut secara paralel dengan menghubungkan dengan para pihak yang terkait," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved