Berita Ekonomi Bisnis

Produsen Ice Cream Maksimalkan Distribusi Penjualan Digital untuk Survive di Tengah Persaingan Pasar

Di Pulau Jawa, Campina melakukan peningkatan penetrasi pedagang eceran modern dan tradisional.

Produsen Ice Cream Maksimalkan Distribusi Penjualan Digital untuk Survive di Tengah Persaingan Pasar
surya.co.id/sri handi lestari
Para jajaran manajemen Campina Ice Cream saat paparan publik di Surabaya, Selasa (26/11/2019). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Produsen ice cream, PT Campina Ice Cream Industry Tbk memperluas jaringan distribusinya baik secara konvensional maupun penjualan secara digital.

Langkah itu dilakukan untuk tetap survive di revolusi teknologi 4.0 saat ini.

Direktur Campina, Adji Andjono Purwo mengatakan, jaringan distribusi yang diperluas adalah daerah atau kota-kota tersier dan luar Pulau Jawa.

"Dengan kompetisi yang ada, kami dituntut untuk memperluas distribusi agar tetap survive," kata Adji saat public expose di Surabaya, Selasa (26/11/2019).

Di Pulau Jawa, Campina melakukan peningkatan penetrasi pedagang eceran modern dan tradisional.

Sedangkan di luar Pulau Jawa akan ditambahkan kantor-kantor distribusi di beberapa kota besar di luar Pulau Jawa.

"Saat ini kami memiliki 61 jaringan distribusi di seluruh Indonesia. 30 diantaranya ada di Pulau Jawa dan sisanya di luar Pulau Jawa," tambah Adji.

Sedangkan untuk pasar digital, Campina menyebutkan bila hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penjualan. Salah satunya dengan masuk ke e- commerce yang sudah banyak dikenal masyarakat.

Konsumen bisa mendapatkan produk Campina melalui situs penjualan resminya.

"Jadi kalau yang di Surabaya mau mengirimkan hadiah produk Campina untuk seseorang yang di Bandung, bisa juga bisa melalui situs kami," jelasnya.

Dari sisi produksi, Presiden Direktur Campina, Samudera Prawiradjaja menuturkan Campina sekarang memproduksi 30 juta liter ice cream setiap tahunnya dan akan ditingkatkan sebesar 30 persen di tahun depan.

"Kami sudah siapkan investasi menambah mesin baru untuk beberapa jenis ice cream dan akan mulai beroperasi dan berfungsi pada awal tahun 2020," jelas Samudera.

Dengan investasi ini diharapkan mampu mendukung pengembangan kapasitas produksi dan meminimalkan dampak peningkatan biaya operasional melalui peningkatan output dan efisiensi.

Untuk terus meningkatkan daya beli konsumen, pada tahun 2019 Perseroan meluncurkan produk baru es krim segmen premium yaitu Gold Ribbon Cup dan stick serta segmen refreshment.

Dari sisi kinerja penjualan perseroan, pada kuartal III/2019 Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen dibanding periode sebelumnya.

Hingga triwulan ketiga tahun ini, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 51,58 miliar dengan angka kenaikan 8 persen margin dari periode sebelumnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved