Sambang Kampung Sidotopo

Warga RT 5 RW12 Kelurahan Sidotopo, Semampir Ajak Hidup Sehat dengan Beragam Inovasi

Warga kampung RT 5 RW 12 Kelurahan Sidotopo Kecamatan Semampir membuat inovasi pot gantung dari botol bekas.

surya/ahmad zaimul haq
POT GANTUNG - Warga kampung RT 5 RW 12 Kelurahan Sidotopo Kecamatan Semampir membuat inovasi pada sampah daur ulang dengan membuat botol bekas menjadi pot gantung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gaya hidup masyarakat saat ini cenderung memilih hal yang instan dan menumpuk sampah tanpa memilahnya. Padahal dengan memilah sampah banyak karya yang bisa dihasilkan dan dimanfaatkan warga untuk lingkungannya.

Untuk itu warga kampung RT 5 RW 12 Kelurahan Sidotopo Kecamatan Semampir mau menerima berbagai masukan untuk berinovasi pada sampah daur ulang. Termasuk membuat botol bekas menjadi pot gantung.

Titik Sugiati,ibu PKK RT 5 mengungkapkan upaya membuat pot gantung sangat sesuai dengan wilayah kampungnya. Yaitu rumah warga yang minim lahan, sehingga kerap menjadi alasan tidak bisa menanam tumbuhan hijau di rumahnya.

"Kalau pakai pot gantung begini kan bisa dipakai meskipun lahannya terbatas,"ujarnya.

Bersama-sama ibu-ibu di kampung, Titik membuat pot gantung di pandu mahasiswi BEM Universitas Airlangga yang melakukan pengabdian masyarakat di kampungnya.

Dikatakan Titik, warganya cukup terbuka dengan kunjungan mahasiswa. Pasalnya setiap kegiatan mahasiswa di kampungnya cukup menguntungkn dan bisa mengubah pola hidup warga.

"Mahasiswa ini juga mengajak kami untuk membuat olahan yang sehat untuk anak-anak,"lanjutnya.

Olahan tersebut berupa yang memakai pewarna kemangi. Selain itu juga membuat minuman kemangi jeruk yang disukai anak-anak.

"Jadi ibu-ibu di sini bisa bikin makanan yang sehat, nggak sembarangan beliin jajan anak-anaknya yang kandungan nggak jelas. Kalau nggak suk buah akhirnya juga mau minum jeruk kemangi," urainya.

Muayati, warga kampung lainnya mengungkapkan warga memang mulai tergerak untuk membuat beragam olahan sehat untuk amak. Selain hemat, juga disukai anak-anak.

"Jadi warga sangat suka kalau ada inovasi yang baru. Kami merasa terwadahi karena kami tidak bisa kalau memulai sendiri," urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved