Berita Surabaya

Sudah Ada Jalan Tol, Emil Dardak Tawari Dubes Singapura Berinvestasi di Ruas Kertosono Ngawi

Emil menawarkan kepada Anil agar Singapura berinvestasi di poros kawasan industri baru Jawa Timur salah satunya ruas Kertosono ke Ngawi.

Sudah Ada Jalan Tol, Emil Dardak Tawari Dubes Singapura Berinvestasi di Ruas Kertosono Ngawi
surya.co.id/mohammad romadoni
Ilustrasi, kendaraan melintasi tol Ngawi-Kertosono, Minggu (9/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun ruas Kertosono Ngawi sebagai salah satu alternatif poros industri baru di Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak pasca menerima kunjungan Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (26/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Emil menawarkan kepada Anil agar Singapura berinvestasi di poros kawasan industri baru Jawa Timur salah satunya ruas Kertosono ke Ngawi.

Ruas Kertosono-Ngawi diusulkan Emil karena pada ruas tersebut sudah dibangun jalan tol, sehingga infrastruktur untuk penyaluran barang dan jasa tidak ada hambatan.

"Pak presiden punya komitmen bahwa setelah jalan tol dibangun berdampak pada ekonomi, maka kita harap akan muncul pertumbuhan ekonomi sektor manufaktur di sepanjang ruas tol tersebut," ucap Emil, Selasa (26/11/2019).

Selain ruas Kertosono-Ngawi, ada sejumlah poros industri baru di Jawa Timur yang sudah mulai dirancang seiring pembangunan infrastruktur dan jalan tol, salah satunya adalah pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).

Adanya sejumlah poros industri baru ini lanjut Emil tidak akan membuat relokasi industri dari ring 1 pindah ke poros-poros industri baru tersebut.

Menurut Mantan Bupati Trenggalek ini, Industri di ring 1 tetap akan eksis walaupun dengan upah buruh yang lebih tinggi dibandingkan ring luar.

Salah satu caranya adalah dengan membuat pelatihan-pelatihan untuk buruh sehingga kualitas dan kuantitas produksi akan semakin meningkat.

"Kita harap buruh ring 1 ada peluang untuk melakukan pelatihan menjemput industri 4.0. Jadi harapan kita bukan mengurangi buruh tapi kita memproduksi dengan buruh yang sama dengan mulai mengadopsi teknologi yang berkualitas dan efisien," tukas Emil.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved