Berita Madiun

Selebaran Gelap Berisi Hujatan ke Bupati Tersebar di Madiun, GTT Langsung Klarifikasi ke Kaji Mbing

Irvan menduga ada oknum yang ingin mengadu domba antara para guru honorer dan Bupati Madiun.

Selebaran Gelap Berisi Hujatan ke Bupati Tersebar di Madiun, GTT Langsung Klarifikasi ke Kaji Mbing
istimewa
Selebaran gelap berserakan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Madiun (kiri). Selebaran gelap itu berisi hujatan kepada Bupati Madiun Ahmad Dawami atau Kaji Mbing yang diduga dikirim oleh Forum Tanpa Nama 

SURYA.co.id|MADIUN - Sebanyak 25 orang perwakilan Pengurus Harian Forum Honorer dan Koordinator Forum Honorer tingkat kecamatan mendatangi Pendopo Ronggo Jumeno, Selasa (26/11/2019) siang. Kedatangan para tenaga pendidik honorer ini untuk bertemu dengan Bupati Madiun, Ahmad Dawami atau yang akrab disapa Kaji Mbing.

Mereka ingin mengklarifikasi terkait selebaran kertas berisi hujatan kepada Bupati Madiun yang seolah-olah mengatasnamakan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).

"Kami di sini, forum honorer, ada sebuah kejadian yang sangat urgent sekali, sehingga kami kemari. Kami tidak melakukan hal ini. Ada selebaran yang isinya mendiskreditkan kami sebagai guru honorer sekaligus menjelek-jelekan Bupati Madiun," kata Ketua Forum Honorer Kabupaten Madiun, Irvan Eko Suryonegoro, seusai bertemu Kaji Mbing.

Siang hari itu, lanjut Irvan, mereka juga membuat pernyataan sikap yang ditandatangani oleh 25 orang perwakilan tersebut.

Surat pernyataan itu kemudian diserahkan ke Kaji Mbing.

"Kami menyatakan sikap, yang kami tulis secara mendadak, beserta tanda tangan kami seluruh pengurus yang hadir di sini. Bahwa intinya, kami selalu bersinergi dengan pemkab, dan mendukung untuk menciptakan suasana kondusif, kami tetap solid dan kami mengecam pelaku penyerbaran," ujarnya.

Bupati Madiun Ahmad Dawami atau Kaji Mbing menemui para perwakilan GTT Kabupaten Madiun, di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban.
Bupati Madiun Ahmad Dawami atau Kaji Mbing menemui para perwakilan GTT Kabupaten Madiun, di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban. (rahadian bagus/surya)

Dugaan Adu Domba

Irvan menduga ada oknum yang ingin mengadu domba antara para guru honorer dan Bupati Madiun.

Sebab, ada isu bahwa para guru honorer akan digantikan guru PNS, hasil perekrutan CPNS 2019.

"Isunya, kami akan digeser. Itu yang digoreng di bawah," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved