Sambang Kampung

Melongok Aktivitas Ibu-ibu di Kampung Sidotopo Surabaya, Tiap Hari Dapat Kiriman Pekerjaan

Ibu-ibu di RW 12 Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, tidak ada yang menganggur.

SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
KERJA SAMBILAN - Warga RT 5, RW 12, Kelurahan Sidotopo Kecamatan Semampir, Surabaya, menunjukan uang mainan kiriman dari pabrik yang harus dikemasnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Titik Sugiati, ibu PKK RT 5, RW 12, Sidotopo, mengungkapkan setiap RT terdapat pabrik yang memberikan produknya untuk ditangani para ibu rumah tangga. Seperti mengemas mainan maupun sangkar burung.

"Setiap harinya mereka mendapat kiriman pekerjaan dari pabrik besar. Jadi ibu-ibu ini meskipun di rumah tapi memperoleh pendapatan," urainya.

Hal ini, lanjut Titik, membuat banyak wanita di kampungnya cukup mandiri dalam hal perekonomian.

Yulis Setyowati (49), warga kampung mengungkapkan ia kerap mendapat kiriman mainan untuk dikemas setiap minggu. Seperti mengemas uang mainan berdasarkan jumlahnya.

"Semua jenis mainan pernah saya kemas. Kalau uang mainan gini saya dikirimi dua dus, satu dus isi sembilan seri uang mainan. Ongkosnya Rp 27 ribu buat ngemas pakai karet saja," lanjutnya.

Meskipun ongkosnya sedikit, namun bagi Yulis hal ini menjadi tambahan pendapatan kelurgnya yang tidak dapat ditinggalkan. "Uangnya sudah buat uang saku dua anak saya. Ibu saya yang sudah tua juga bisa ikut membantu kalau pekerjaannya di rumah," lanjutnya.

Potensi tenaga kerja di kampung ini juga menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan Kabinet Juara BEM KM Universitas Airlangga dengan membuat program yang dinamakan dengan Srikandi Airlangga.

Kegiatan yang berupa pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan terfokus pada pengembangan sumber daya perempuan sehingga para perempuan dapat maju bersaing secara adil dengan kaum lelaki tanpa melupakan peran mereka sebagai wanita.

Peserta program Srikandi Airlangga, Intan Permata, mengungkapkan program ini melatih bentuk kesadaran dan kepedulian sebagai manusia kepada manusia lainnya dan juga bentuk kontribusi pada negara agar dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sekitarnya.

"Kami memberikan pelatihan agar warga mampu membuat produk dan kreasi sendiri. Sehingga mereka tidak hanya bekerja menjadi buruh," ungkap Intan.

Intan menjelaskan, Srikandi Airlangga berisi para mahasiswi Universitas Airlangga yang dirasa memiliki tingkat kepekaan tinggi dengan masyarakat dan siap berkontribusi pada masyarakat.

"Kami berharap akan adanya trobosan kreasi baru untuk menunjang kreativitas masyarakat di bidang ekonomi," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved