Press Release

Khusus Temui Millenial di Madura, Wagub Jatim Emil Dardak Jelaskan Program MJC

Emil mengakui potensi millenial di Madura sangat besar. Untuk menindaklanjuti potensi tersebut, pemerintah provinsi berusaha hadir dengan program EJSC

Khusus Temui Millenial di Madura, Wagub Jatim Emil Dardak Jelaskan Program MJC
Adv
Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak saat memberikan gambaran lengkap mengenai program Millenial Job Centre (MJC) di Aula Bakorwil Madura. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak datang ke Pamekasan, Madura, khusus untuk menemui generasi millenial, Senin (25/11/2019) kemarin.

Dia memberikan gambaran lengkap mengenai program Millenial Job Centre (MJC) di Aula Bakorwil Madura dengan sedikitnya 500 audiens millenial dari Bangkalan hingga Sumenep.

Saat membuka acara, Emil mengakui potensi millenial di Madura sangat besar. Untuk menindaklanjuti potensi tersebut, pemerintah provinsi berusaha hadir dengan program East Java Super Corridor (EJSC), yang di antaranya ada program untuk millenial.

Memang Bakorwil Pamekasan sedang dalam proses pembangunan gedung EJSC yang merupakan salah satu program Nawa Bhakti Satya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Program untuk pemuda dalam EJSC itu adalah Millenial Job Centre (MJC).

Emil secara langsung menemui muda-mudi yang hadir di Bakorwil Pamekasan untuk menjelaskan program MJC.

Tak hanya generasi millenial yang hadir, Wakil Bupati Bangkalan, Wakil Bupati Sampang, Wakil Bupati Pamekasan dan Asisten I Setkab Sumenep turut hadir.

Emil menerangkan MJC adalah program untuk memperkuat networking millenial di Jawa Timur, termasuk di Madura.

“Saya tanya dulu tanya, siapa yang mau kerja? Lalu, perusahaan mana yang akan menerima milenial yang tidak memiliki pengalaman kerja? Millenial ingin kerja tapi perusahaan tidak mau menerima pegawai yang tidak berpengalaman,” ujar Emil pada peserta pelajar, mahasiswa dan komunitas.

MJC berharap jadi solusi dari keadaan itu. MJC akan millenial mempertemukan millenial dengan para mentor yang selanjutnya akan mengerjakan proyek-proyek dari klien. Mentor akan meningkatkan kualitas millenial setelah optimalisasi talentanya.

“Freelance itu bekerja bebas, mengatur jam sendiri dan kapasitas kerjanya sendiri,” ungkap Emil.

Wagub meyakini pemuda Madura memiliki banyak potensi dan talenta.,

”Pekerja lepas yang bukan pekerja serabutan, tapi pekerja berilmu dan memiliki profesionalisme,” tegasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved